Menkes Ingin Pasien TBC Dapat Jatah MBG, Fokus Perkuat Gizi dan Pemulihan

JAKARTA – MARKABERITA.COM

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) turut menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan pasien sekaligus mendukung percepatan penanganan penyakit TBC di Indonesia.

Menurut Menkes, pemenuhan kebutuhan gizi memiliki peran penting dalam proses penyembuhan penderita TBC. Selain menjalani pengobatan secara rutin, pasien juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat dan proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Ia menjelaskan bahwa banyak penderita TBC berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga sering kali kesulitan memenuhi kebutuhan gizi selama menjalani masa pengobatan yang relatif panjang.

Baca Juga  Ditinggal di Toilet Kereta, Bayi Tak Berdosa Berhasil Diselamatkan; Polisi Buru Sosok Kejam!

Karena itu, integrasi pasien TBC ke dalam program MBG dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung keberhasilan terapi sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Menkes menilai pendekatan penanganan TBC tidak cukup hanya mengandalkan pemberian obat. Faktor nutrisi dan kondisi sosial ekonomi pasien juga perlu menjadi perhatian agar tingkat keberhasilan pengobatan dapat meningkat.

Indonesia hingga kini masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus TBC yang cukup tinggi. Pemerintah terus mendorong berbagai langkah untuk menekan angka penularan sekaligus meningkatkan tingkat kesembuhan pasien.

Usulan tersebut mendapat perhatian karena Program Makan Bergizi Gratis selama ini lebih dikenal sebagai program yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok penerima manfaat tertentu lainnya.

Baca Juga  Kasus Proyek DLH Lamtim Ketum PWDPI Dorong KPK Turun Tangan Dugaan Kendali Perusahaan Rekanan Jadi Sorotan

Apabila usulan tersebut direalisasikan, maka cakupan penerima manfaat program berpotensi diperluas dengan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan masyarakat yang lebih spesifik.

Sejumlah pakar kesehatan menilai pemenuhan gizi memang menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan TBC. Asupan makanan yang cukup dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh sehingga pasien lebih mampu menjalani terapi hingga tuntas.

Meski demikian, implementasi usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk terkait mekanisme pelaksanaan, pendataan penerima manfaat, serta kesiapan anggaran program.

Pemerintah berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat mempercepat target pengendalian TBC nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penderita yang sedang menjalani pengobatan.

(Red)