Prabowo Libatkan AI di Program MBG, Apa yang Sebenarnya Akan Dilakukan Teknologi Ini?

Nasional126 Dilihat

JAKARTA – MARKABERITA.COM

Pemerintah mulai menyiapkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program sekaligus memperkuat sistem pengawasan agar penyaluran bantuan pangan lebih tepat sasaran (25/6/2026).

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik. Program MBG menjadi salah satu bidang yang diproyeksikan memanfaatkan kemampuan AI dalam mendukung proses operasional di lapangan.

Teknologi AI dirancang bukan untuk menggantikan peran petugas, melainkan sebagai sistem pendukung dalam pengambilan keputusan. Pemanfaatannya antara lain untuk membantu menghitung kebutuhan bahan pangan, menyusun variasi menu sesuai standar gizi, serta menyesuaikan distribusi makanan berdasarkan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.

Baca Juga  CBA Peringatkan Prabowo Agar Tidak Mudah Rehabilitasi Direksi ASDP, KPK Paparkan Bukti Akuisisi Rugikan Negara Ratusan Miliar

Selain mendukung aspek perencanaan, AI juga dipersiapkan untuk memperkuat fungsi pengawasan. Sistem ini diharapkan mampu memonitor rantai distribusi makanan, membantu mendeteksi potensi kendala operasional, hingga memberikan peringatan dini apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Pemerintah juga membuka peluang integrasi AI dengan data kesehatan penerima manfaat. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan gizi maupun kondisi kesehatan tertentu diharapkan dapat dipetakan lebih cepat sehingga pelayanan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Penggunaan AI dalam MBG merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas penerapan teknologi digital di sektor pemerintahan. Selain meningkatkan efisiensi kerja, pemanfaatan AI diharapkan mampu memperbaiki kualitas pelayanan publik melalui sistem yang lebih modern dan berbasis data.

Baca Juga  Menkes Ingin Pasien TBC Dapat Jatah MBG, Fokus Perkuat Gizi dan Pemulihan

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai implementasi teknologi tersebut harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur digital, perlindungan data pribadi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pemanfaatannya berjalan optimal.

Pemerintah menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai instrumen pendukung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Keputusan strategis maupun pelaksanaan di lapangan tetap berada di bawah kendali instansi dan petugas yang berwenang.

Saat ini, skema penerapan AI masih berada pada tahap penyusunan dan akan diimplementasikan secara bertahap setelah seluruh regulasi serta sistem pendukung dinyatakan siap.

(Red)