Niat Hati Cari Sehat Lewat MBG, 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Malah Masuk IGD Massal!

Nasional111 Dilihat

​REMBANG, Markaberita.com  — Niat mendukung program hidup sehat berujung petaka. Sebanyak 777 orang yang terdiri dari 752 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak tumbang massal setelah menyantap paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (3/9/2026). Jumlah korban ini mencakup sekitar 61 persen dari total warga sekolah, yang membuat suasana pagi itu berubah drastis menjadi kepanikan massal.

​Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula saat jam masuk kelas dimulai. Secara bersamaan, laporan siswa yang mengeluh sakit perut, diare, hingga muntah-muntah berdatangan. Situasi di sekolah langsung chaos akibat antrean panjang di toilet. Bahkan, Juhartutik sampai terpaksa merelakan toilet pribadinya untuk dipakai para siswa. Melihat kondisi yang kian tidak terkontrol, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah darurat dengan memulangkan 1.174 siswanya lebih awal. Dari ratusan korban yang bergejala, lima orang (empat siswa dan satu guru) harus dilarikan secara intensif ke Puskesmas Lasem karena kondisi yang cukup parah.

Baca Juga  Menkes Ingin Pasien TBC Dapat Jatah MBG, Fokus Perkuat Gizi dan Pemulihan

​Berdasarkan penelusuran pihak sekolah, paket makanan bermasalah tersebut merupakan distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, pada Rabu (2/9) siang. Adapun menu yang dibagikan saat itu meliputi nasi, ayam bakar, tempe, lalapan, sambal teri goreng, dan buah semangka potong dalam kemasan plastik. Sejumlah siswa melaporkan bahwa buah semangka dalam kemasan tersebut memiliki rasa yang sudah masam, yang kini kuat diduga menjadi sumber utama pemicu keracunan massal ini.

​Menanggapi insiden memilukan ini, Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, langsung menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Ia menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapat perawatan medis yang layak, serta menjamin seluruh biaya pengobatan ditanggung 100% tanpa terkecuali.

Baca Juga  KDEI Taipei Berkomitmen Lindungi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

​”Ini akan menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total,” tegas Achmad. Pihaknya berjanji akan merombak dan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari seleksi rantai pasok bahan baku, proses memasak, hingga sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(red).