Markaberita.id | JAKARTA, 17 November 2025 – Lembaga Pendidikan Masyarakat Anti Korupsi (LPMAK) akan menggelar Diskusi Publik bertajuk “Menjelang Satu Tahun Pram-Doel Kita Jaga Bersama”. Acara diskusi akan dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025, mulai pukul 14.00 WIB (ba’da Dzuhur) di Cikini, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini merupakan inisiatif edukatif dan dukungan konstruktif LPMAK terhadap upaya pemerintah dalam menyukseskan Program Pram-Doel. Diskusi ini bertujuan mencari solusi terbaik, memfasilitasi dialog terbuka mengenai tantangan yang dihadapi, dan mengidentifikasi peluang perbaikan dalam satu tahun implementasi program.
Diskusi ini menghadirkan pembicara kunci dari berbagai sektor: Ucok Sky Khadafi (Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis/CBA), perwakilan dari LKPP, Sanusi (Peneliti Tjokroaminoto Institute), serta internal LPMK.
Koordinator Lembaga Pendidikan Masyarakat Anti Korupsi (LPMAK), Zaldi Sonata, menekankan bahwa momentum evaluasi satu tahun ini adalah kesempatan emas bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program dengan tata kelola yang baik. LPMAK siap berdiri sebagai mitra yang simpatik dan suportif.
“Kami memahami bahwa menjalankan program besar seperti Pram-Doel pasti memiliki kompleksitas dan tantangan tersendiri. Tujuan diskusi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk bersama-sama mengidentifikasi celah dan memberikan dukungan edukatif kepada masyarakat serta input konstruktif kepada pemerintah,” ujar Zaldi Sonata.
Zaldi menambahkan bahwa kunci keberhasilan program terletak pada kemauan bersama untuk menjaga integritas dan transparansi.
“LPMAK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal Program Pram-Doel. Kami sangat mendukung langkah-langkah pemerintah menuju transparansi anggaran. Kami percaya, dengan adanya keterbukaan, khususnya dalam proses pengadaan (yang menjadi domain LKPP), potensi risiko korupsi dapat diminimalisir. Kita harus bersinergi dan bergotong-royong menjaga program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya, menandaskan pentingnya narasi edukasi publik.
Sesi diskusi akan berfokus pada evaluasi mendalam melalui perspektif para ahli:
- Ucok Sky Khadafi (CBA) akan memaparkan perspektif detail mengenai efisiensi penggunaan anggaran Pram-Doel, sekaligus menawarkan solusi teknis untuk peningkatan pengawasan fiskal.
- Perwakilan dari LKPP akan menjelaskan upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip kehati-hatian, transparan, dan akuntabel.
- Sanusi (Tjokroaminoto Institute) akan memberikan kajian objektif mengenai dampak kebijakan dan memberikan rekomendasi strategis agar Program Pram-Doel dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata di lapangan.
Kegiatan ini, yang turut dihadiri oleh Imam Nurcahya (Ketua Umum LPMK) dan Hendri Wilman Gultom (Direktur Eksekutif Advokasi Hukum LPMK), menjadi bukti komitmen LPMK untuk menjadi jembatan edukasi antara pemerintah dan masyarakat. LPMAK berharap hasil diskusi ini dapat menjadi masukan berharga bagi perbaikan implementasi Program Pram-Doel di masa mendatang.(Red).






