Prabowo Sentil Penolak MBG: Tak Ada yang Lebih Mendesak dari Perut Lapar

Nasional69 Dilihat

Jakarta – MARKABERITA.COM

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai kritik dan perdebatan yang berkembang di ruang publik (24/6/2026).

Dalam pernyataannya, Prabowo menilai kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi dan pangan, harus menjadi prioritas utama negara. Menurutnya, persoalan kelaparan dan kekurangan gizi merupakan masalah mendasar yang perlu segera ditangani.

Prabowo menyampaikan bahwa tidak ada persoalan yang lebih mendesak dibandingkan memastikan masyarakat, terutama anak-anak, memperoleh akses terhadap makanan yang layak dan bergizi. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berbagai kritik yang diarahkan kepada program MBG dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Kepala Negara, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan negara menjamin kebutuhan dasar rakyatnya. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang tumbuh sehat dan tercukupi gizinya akan menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.

Baca Juga  Nama Teddy Menguat Jelang Pilpres 2029, Dinilai Punya Peluang Dampingi Prabowo

Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang belakangan mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Sebagian pihak mempertanyakan efektivitas, pengelolaan anggaran, hingga mekanisme pelaksanaan program tersebut.

Meski demikian, pemerintah tetap meyakini bahwa program tersebut memiliki manfaat jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. MBG disebut sebagai salah satu instrumen untuk menekan angka stunting, memperbaiki status gizi anak, serta mendukung proses belajar peserta didik.

Prabowo juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dan belum mampu memenuhi kebutuhan pangan secara optimal. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan kebijakan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  CBA Desak KPK Transparan Soal Pemeriksaan Direktur BNI Munadi Herlambang dalam Skandal LPEI

Di sisi lain, sejumlah pengamat dan kelompok masyarakat sipil terus mendorong agar pelaksanaan program dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

Perdebatan mengenai MBG diperkirakan masih akan berlanjut seiring besarnya anggaran yang dialokasikan serta luasnya cakupan penerima manfaat. Namun pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjalankan program tersebut sebagai bagian dari agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pernyataan terbarunya, Prabowo kembali menegaskan bahwa persoalan pangan dan gizi harus ditempatkan sebagai prioritas nasional. Menurutnya, pembangunan yang kuat harus dimulai dari rakyat yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman kelaparan.

(Red)