Wujudkan Sekolah Aman dan Inklusif, Puspeka Kemendikdasmen Gelar Koordinasi Lintas Lembaga

Nasional, Pendidikan393 Dilihat

MARKABERITA.ID | ​Depok, 5 Februari 2026 – Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hari ini menyelenggarakan forum strategis “Koordinasi Lintas Sektor Terkait Program Penguatan Pendidikan Karakter” bertempat di The Margo Hotel, Depok, Kamis (5/2/26). Pertemuan ini menjadi landasan penting bagi kolaborasi multisektoral dalam mengimplementasikan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Arif Jamali, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul. Beliau menegaskan bahwa penguatan karakter adalah fondasi utama bagi terciptanya sekolah unggul yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

​Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, dalam narasinya menyoroti pentingnya penyelarasan kebijakan lintas kementerian agar program penguatan karakter memiliki dampak yang terukur bagi jati diri bangsa. Hal ini sejalan dengan partisipasi aktif Ibu Dewa Ayu Laksmi (Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang PMK) yang memberikan penekanan pada aspek keadilan sosial di lingkungan pendidikan.

Baca Juga  Kegiatan jambore ranting Sukakarya

​Aspek ketahanan dan pertahanan juga menjadi poin krusial dengan kehadiran Brigjen TNI Rudi Haryono (Direktur SDM Kementerian Pertahanan) yang membawa perspektif bela negara, serta Dr. Edi Setiawan (Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN) yang berfokus pada penguatan mentalitas remaja dalam menghadapi dinamika sosial saat ini.

​Kepala Pusat Penguatan Karakter, Ibu Ruspita Putri Utami, S.E., M.A., menjelaskan bahwa forum ini bertujuan memetakan peran setiap pemangku kepentingan. “Kami berupaya menyelaraskan program dan menyusun rencana tindak lanjut bersama untuk memastikan budaya sekolah yang positif dan inklusif benar-benar terwujud,” jelasnya.

​Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Kemendikdasmen serta berbagai mitra komunitas strategis, di antaranya Kampung Dongeng, Save The Children, Indika Foundation, Markoding, Generation Girl, hingga Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Baca Juga  Mengukur Bobot Rekonsiliasi: Pilihan Sulit di Balik Wacana Abolisi dan Amnesti

​Melalui inisiatif ini, Puspeka Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) demi pelayanan pendidikan yang bersih dan berintegritas.(Red).