FPPJ Desak Dinkes DKI Gerak Cepat Tangani Kesehatan Warga Pasca Banjir: Tambah Posko dan Personil Medis

​MARKABERITA.ID | Jakarta, 26 Januari 2026 – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk bergerak cepat (gercep) dalam menangani dampak kesehatan warga pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Fokus utama diberikan pada pencegahan penyakit menular dan infeksi bakteri yang mulai mengancam warga, terutama kelompok rentan.

​Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menegaskan bahwa penanganan pasca-banjir tidak boleh hanya fokus pada pembersihan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak langsung oleh air kotor.

​Antisipasi Penyakit Kulit dan Bakteri
​Endriansyah menyoroti risiko tinggi penyakit gatal-gatal dan infeksi bakteri yang kerap menyerang warga saat proses pembersihan rumah dan lingkungan dimulai.

Baca Juga  Media dan Organisasi Wartawan Sukabumi Ambil Sikap Tegas Terkait Pernyataan Kontroversial KDM Soal Media !!!!

​”Dinkes DKI harus gercep memperhatikan kondisi warga. Anak-anak kecil dan manula adalah yang paling rentan terkena penyakit gatal dan infeksi bakteri akibat lingkungan yang tidak higienis setelah banjir. Jangan sampai kita kecolongan hingga timbul wabah penyakit di pemukiman,” ujar Endriansyah dalam keterangan resminya, Senin (26/1).

​Sebagai langkah konkret, FPPJ memberikan dua rekomendasi utama kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera diimplementasikan di lapangan:

Pertama. ​Perbanyak Posko Kesehatan: Menambah titik-titik posko kesehatan di lokasi pemukiman yang terkena dampak banjir agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pengobatan.

Kedua. ​Penambahan Personil Medis: Mendorong Dinkes untuk menerjunkan tambahan personil dokter dan perawat guna memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Baca Juga  FPPJ Sentil Rotasi Pejabat DKI: Kepala Kesbangpol Baru Jangan "Cuma Duduk Manis", Saatnya Gercep Jaga Stabilitas Jakarta!

​FPPJ berharap tim kesehatan di tingkat Puskesmas hingga RSUD dapat melakukan sistem “jemput bola” ke titik-titik pengungsian maupun rumah warga.

​”Kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat. Penambahan jumlah dokter dan perawat sangat mendesak agar penanganan warga tidak tertumpuk di satu titik. Kami berharap Pemerintah DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam melindungi kesehatan setiap warga Jakarta tanpa terkecuali,” tutup Endriansyah.(Red).