Dihujat Gegara Suruh Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Bara Api, Netizen: Mau Rekrut Karyawan Apa Siluman?

Nasional574 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com — Ada-ada saja kelakuan vendor pelatihan zaman now. Alih-alih menguji skill profesional, sekelompok orang yang diduga calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan malah disuruh healing jalur ekstrem: berjalan di atas bara api (firewalk).

​Aksi nyeleneh ini sontak viral dan langsung bikin gempar linimasa media sosial setelah dibongkar habis-habisan oleh aktivis sekaligus publik figur, Melanie Subono, lewat akun Instagram-nya pada Jumat (31/7/2026). Bukannya menuai simpati, metode outbound ala-ala dunia lain ini malah sukses panen hujatan massal dari netizen. Banyak yang gagal paham, apa hubungannya ngurusin jaminan sosial tenaga kerja sama kemampuan tahan panas bak pendekar silat?

​Dalam video berdurasi singkat yang bikin geleng-geleng kepala itu, para peserta terlihat tegang berjalan di atas hamparan bara merah menyala. Selesai membakar telapak kaki, mereka kompak berteriak: “Lapor! Telah selesai melakukan firewalk. Laporan selesai!” Dilanjut dengan yel-yel penuh semangat: “Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jaya!” di tengah suasana yang jauh dari kata asyik.

Baca Juga  Indonesia Catat Deflasi 0,15% di Januari 2026, Inflasi Tahunan Melonjak Akibat Efek Basis Rendah

​Netizen langsung +62 gaskeun memberikan komentar pedas. Banyak yang menyindir bahwa seleksi masuk instansi sekelas BPJS Ketenagakerjaan kini terkesan mirip audisi sirkus atau ilmu kebal. Bahkan, aksi ini dibanding-bandingkan sama seleksi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) asli. FYI, tim penyelamat yang tiap hari jelas-jelas berjibaku sama si jago merah aja tes fisiknya pakai standar ilmiah yang terukur, bukan malah disuruh cosplay jadi pendekar tanpa alasan yang jelas. Melanie Subono pun nggak mau ketinggalan melemparkan sentilan pedas lewat kolom caption-nya: “Skill penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api. Kira-kiranya berapa budget pelatihan ini?” sindir Melanie telak.

​Banyak pihak menilai kegiatan ekstrem tersebut sama sekali nggak punya irisan atau relevansi sekecil apa pun dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pegawai BPJS Ketenagakerjaan. Alih-alih ngebangun mental yang pro, aksi asal-asalan yang dinilai mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini justru berisiko tinggi bikin calon pegawai cedera fisik.

Baca Juga  Capaian Keren BPJS Kesehatan! Akmal B.Y. Raih Penghargaan Public Service dari Wagub Emil Dardak

​Menanggapi kehebohan tersebut, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan angkat bicara. Ia mengatakan pihaknya sangat memahami berbagai perhatian dan tanggapan publik terhadap video yang viral di media sosial.

​“BPJS Ketenagakerjaan memahami adanya berbagai perhatian dan tanggapan masyarakat terhadap konten yang beredar di media sosial terkait salah satu sesi dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK),” kata Erfan kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).

​Ia menjelaskan bahwa OPK merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut dirancang untuk membekali calon pegawai dengan kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, hingga kesiapan mental yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi.

​Menurut Erfan, aktivitas berjalan di atas bara api yang menjadi sorotan tajam warganet hanyalah salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sama sekali bukan merupakan substansi utama dalam rangkaian OPK.

Baca Juga  Seruan KAKI: Hentikan Unjuk Rasa, Saatnya Solidaritas Nasional Bantu Korban Bencana!

​“Aktivitas tersebut bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban dalam keseluruhan rangkaian OPK, melainkan salah satu pendekatan dalam membangun kepercayaan diri, pengendalian diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta,” pungkas Erfan.(red).