DEPOK, markaberita.com – Program “Wisata Keberagaman” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyisakan duka mendalam. Seorang peserta asal Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden tragis di area parkir Masjid Agung Banten, Sabtu (4/7/2026).
Korban diketahui berinisial S (50), warga RT 03/RW 01, Kelurahan Serua. Peristiwa ini terjadi di tengah rangkaian agenda perjalanan wisata yang diikuti oleh rombongan asal Kota Depok tersebut.
Ketua RT 03/RW 01 Kelurahan Serua, Abdullah, mengonfirmasi bahwa pengemudi bus yang terlibat dalam insiden tersebut telah mendatangi rumah duka pada Minggu (5/7/2026). Kedatangan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menyampaikan belasungkawa serta permohonan maaf kepada pihak keluarga korban.
“Supir bus sudah datang ke kediaman duka semalam untuk menemui keluarga secara langsung. Mereka menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf,” ujar Abdullah saat ditemui di rumah duka, Minggu (5/7/2026).
Kendati pihak pengemudi telah menunjukkan itikad baik, keluarga korban dan warga setempat menyatakan masih menunggu kepastian pertanggungjawaban dari pihak manajemen atau pimpinan perusahaan otobus (PO) terkait.
“Kami masih menunggu langkah pertanggungjawaban lebih lanjut dari pihak pimpinan perusahaan bus tersebut,” tegasnya.
Insiden ini memicu respons publik yang meminta Pemkot Depok untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Wisata Keberagaman. Aspek keselamatan, kelaikan kendaraan, hingga standar operasional prosedur (SOP) perjalanan menjadi sorotan utama agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kota Depok belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah evaluasi atau pendampingan bagi keluarga korban pasca insiden tersebut.(red).
#BeritaDepok #WisataKeberagaman #PemkotDepok #DukaCita #PeristiwaDepok






