Bisunya Gubernur Pramono Anung Usai Bertemu Direksi Food Station: Ada Apa di Balik Kasus Beras Oplosan?

Megapolitan636 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 30 Juli 2025 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih bungkam usai menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran direksi PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/7/2025) sore. Pertemuan ini berlangsung di tengah panasnya isu dugaan praktik pengoplosan beras yang menyeret nama PT FSTJ, dan kini menjadi fokus penanganan Kejaksaan Agung serta Satgas Pangan Polri.

Namun, yang paling menyita perhatian publik justru adalah sikap diam Gubernur Pramono Anung pasca-pertemuan tersebut. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya, memicu spekulasi dan pertanyaan di benak masyarakat. Apakah diamnya Gubernur mengisyaratkan kekecewaan yang mendalam?

Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai bahwa kesedihan Pramono Anung bisa jadi lebih dari sekadar keterlibatan FSTJ dalam kasus beras oplosan. Ada indikasi lain yang menurutnya turut berkontribusi pada kekecewaan mendalam sang Gubernur.

Baca Juga  DISPORA dan PRIMA DMI DKI Jakarta Dorong Dakwah Digital serta Ekonomi Kreatif Pemuda Masjid lewat Pelatihan Live Streaming

“Saya menduga Pramono sedih bukan hanya karena PT FSTJ ikut-ikutan dalam bisnis oplosan beras, tetapi juga karena performa keuangan perusahaan tersebut yang menurun drastis,” ungkap Uchok Sky dalam keterangannya kepada media, Selasa (29/7/2025).

Data yang dihimpun CBA menunjukkan penurunan laba bersih PT FSTJ yang sangat signifikan. Pada tahun 2023, laba bersih perusahaan hanya mencapai Rp6,1 miliar. Angka ini merosot tajam dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp57,7 miliar, bahkan lebih rendah dari laba tahun 2021 yang masih di angka Rp22,4 miliar.

Ironisnya, penurunan laba tersebut terjadi di tengah peningkatan pendapatan perusahaan. Pada 2023, pendapatan FSTJ justru melonjak menjadi Rp2 triliun, atau naik sekitar Rp300 miliar dari tahun sebelumnya. “Ini janggal. Pendapatan naik, tapi laba justru anjlok drastis. Gubernur Pramono semestinya mempertanyakan hal ini kepada jajaran direksi PT FSTJ,” tegas Uchok.

Baca Juga  Trio Begal Modus Kencan Sesama Jenis Diciduk Polisi, Korban Dirampok hingga Dilakban di Makam

Dalam kasus dugaan beras oplosan, sejumlah merek yang diduga terlibat antara lain Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Kasus ini dinilai telah mencoreng kredibilitas BUMD DKI yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan Ibu Kota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pramono Anung maupun pihak PT FSTJ mengenai hasil pertemuan tersebut. Sikap diam yang ditunjukkan Gubernur DKI itulah yang justru menyisakan lebih banyak tanda tanya: apakah ini hanya ekspresi kekecewaan, ataukah Gubernur sedang menyiapkan langkah strategis, termasuk kemungkinan untuk segera mencopot Direktur Utama PT. FSTJ?(Red).

Baca Juga  Dapur Wali Kota Depok 'Ngebul' Rp33 Juta Sebulan, CBA: Rakyat Masih Banyak yang Susah Makan