SBY Ingatkan: Negara Kuat Bisa Runtuh Jika Pemimpinnya Absolut dan Di Atas Hukum

Nasional694 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 30 Juli 2025 – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan peringatan keras bahwa sejarah telah membuktikan bagaimana negara dan peradaban besar bisa runtuh akibat kesewenang-wenangan penguasa. Peringatan tersebut disampaikan SBY dalam acara “The World Disorder and The Future of Our Civilization” yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025).

“Negara yang kuat pun bisa jatuh lantaran para pemimpinnya meletakkan diri di atas pranata hukum, di atas sistem yang adil, dan di atas kesetiaan sejati terhadap negara dan rakyatnya,” tegas SBY di hadapan peserta forum.

Dalam pidato bernada peringatan itu, SBY menyebut bahwa kekuasaan yang tidak terkendali dapat menjadi sumber kehancuran. Ia mengutip contoh dari sejarah Eropa seperti Raja Louis XIV dan Louis XVI, yang menjalankan kekuasaan absolut dan mengabaikan suara rakyat, hingga akhirnya memicu revolusi dan keruntuhan monarki.

Baca Juga  Perjuangan LQ Indonesia Lawfirm Tidak Sia-sia, Putusan PT Perberat Hukuman Perampok KSP SB dan Aset Dikembalikan ke Korban Pidana

SBY juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang mutlak dapat melahirkan kezaliman. Ia mengutip pernyataan Lord Acton yang terkenal: “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.”

Menurut SBY, gejala-gejala keruntuhan peradaban bisa diawali dari tindakan pemimpin yang anti-kritik, menempatkan dirinya di atas hukum, serta mengendalikan institusi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Pemimpin yang tak bisa dikritik, merasa tak bisa disentuh hukum, dan menjadikan negara sebagai milik sendiri, akan menggiring bangsa pada jalan kehancuran,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta beberapa mantan pejabat negara. Forum ini membahas tantangan global dan pentingnya menjaga demokrasi serta supremasi hukum di tengah dinamika politik dunia.

Baca Juga  Horor Jumat Siang: Dua Ledakan Guncang SMA 72 Jakarta, Bom Rakitan dan Senjata Ditemukan di Lokasi!

SBY mengakhiri pidatonya dengan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga nilai-nilai demokrasi, hukum, dan keadilan sosial agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan sejarah yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia.(Red).