Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia (ASNI) Gelar Aksi Teatrikal di Kejagung, Tuntut Pengusutan Tuntas Korupsi Proyek Tol Tanjung Priok–Pluit

Hukum, Nasional60 Dilihat

MARKABERITA.COM, ​JAKARTA — Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia (ASNI) menyerukan konsolidasi gerakan perlawanan terhadap dugaan praktik korupsi di sektor infrastruktur nasional. ASNI berencana menggelar aksi seni pertunjukan teater di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI guna menyoroti dugaan penyelewengan pada proyek Jalan Tol Ruas Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (PT CMNP).

​Proyek jalan tol yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian nasional ini diduga kuat menjadi ajang penyelewengan yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah. Indikasi tersebut semakin menguat menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024. BPK menyoroti pengembangan Tol Ancol Timur–Pluit yang berjalan tanpa melalui proses lelang resmi, serta perpanjangan masa konsesi tol oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hingga tahun 2060 sebelum masa perjanjian berakhir tanpa mekanisme hukum yang sah.

Baca Juga  Tragedi Deodoran Berapi di Asrama Tel-U: Mahasiswa Ngamuk, Rektorat Didesak Tindak Pelaku!

​Dalam keterangannya pada Selasa (3/11/2026), Koordinator Aksi ASNI, P. Andrianto, menegaskan bahwa jalanan dan panggung teater akan dijadikan cermin keadilan masyarakat sipil di tengah dugaan kongkalikong pengelolaan aset negara.

​”Ketika hukum membisu dan prosedur dilelang di bawah meja, seni harus berdiri sebagai lidah rakyat yang paling nyaring. Kami tidak sedang ber-dramatisasi, tetapi fakta pemeriksaan BPK telah memperlihatkan betapa megahnya panggung sandiwara penguasaan aset negara ini. Perpanjangan konsesi tanpa proses lelang yang benar adalah bentuk penghinaan terhadap keadilan publik,” ujar Andrianto.

​Andrianto menambahkan, aksi teatrikal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan publik agar Korps Adhyaksa bergerak cepat menuntaskan kasus infrastruktur tersebut tanpa tebang pilih.

Baca Juga  Nasabah Digoyang Tagihan Fiktif Rp150 Juta, CBA Sorot Tata Kelola Bank Mandiri yang Dinilai Bobrok!

​”Lewat aksi teatrikal ini, kami katakan dengan tegas: Seni Adalah Perlawanan! Kejaksaan Agung tidak boleh pasif atau pilih kasih melihat dugaan perampokan uang negara bernilai triliunan rupiah ini. Gerakan kami adalah bentuk estafet perlawanan moral masyarakat sipil untuk menyeret para dalang dan komplotannya ke hadapan hukum,” tegasnya.

​Dalam aksi tersebut, ASNI membawa dua tuntutan utama kepada aparat penegak hukum:

  1. ​Mendesak Kejagung RI untuk bertindak tegas dengan segera memanggil dan memeriksa FH, FY, serta seluruh jajaran oknum pengusaha maupun mantan pejabat di lingkungan BPJT terkait dugaan perpanjangan konsesi Tol Ruas Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit tanpa melalui proses lelang.
  2. ​Menuntut evaluasi total dan pembatalan atas perpanjangan konsesi tol yang dinilai melanggar prosedur hukum (unlawful concession) demi menyelamatkan aset strategis negara.
Baca Juga  Korban Bumi Sumber Swarna Pertanyakan Kesanggupan Penyidik Mabes POLRI Untuk Proses Hukum?

​Aksi damai bertajuk “Seni Adalah Perlawanan — Usut Dugaan Kongkalikong Proyek Penyelenggaraan Jalan Tol!” ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, pukul 14.30 WIB di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

​Pihak panitia memastikan seluruh persiapan demonstrasi dan pemberitahuan kegiatan masyarakat telah dikoordinasikan demi kelancaran penyampaian aspirasi publik tersebut.(Red/MB).