Markaberita.com, BANDUNG — Gelombang kemarahan mahasiswa pecah di lingkungan Telkom University (Tel-U), Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aksi protes ini dipicu oleh beredarnya video perundungan (bullying) teramat berbahaya, di mana muka seorang mahasiswa baru disembur api menggunakan deodoran aerosol dan korek api di dalam kamar asrama kampus.
Aksi intimidasi fisik dan psikologis tersebut mendadak viral di media sosial setelah rekaman layar diunggah akun Instagram @salatauman dengan takarir bernada meremehkan, “Hiburan asrama.” Unggahan itu langsung memantik kecaman luas dari publik dan komunitas akademika.
Dalam video yang beredar, korban bertubuh kurus dan berkacamata tampak terus-menerus disudutkan oleh rekannya. Meski korban sudah berupaya menyelamatkan diri dengan memanjat ke ranjang susun bagian atas, terduga pelaku justru nekat menyemprotkan cairan aerosol ke arah korek api yang menyala tepat di depan wajah korban, memicu semburan api yang berpotensi fatal.
Tak terima tempat tinggal mereka dijadikan arena kekerasan, ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di halaman asrama Telkom University pada Sabtu (10/10/2026). Massa menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menuntut ketegasan pihak rektorat dalam menjamin keamanan serta memberikan sanksi berat kepada para pelaku.
Merespons tekanan publik dan aksi demonstrasi massa, pihak manajemen Telkom University membenarkan bahwa insiden penyerangan tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) malam di area asrama kampus. Humas Telkom University, Adrianai, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah diserahkan dan ditangani secara resmi oleh Komite Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Tel-U, serta memastikan dua orang terduga pelaku saat ini sudah diamankan oleh pihak kemahasiswaan. Pihak rektorat berjanji akan mengusut tuntas insiden ini dan menyampaikan seluruh hasil pemeriksaan komite secara terbuka dan transparan kepada publik dalam waktu dekat.(Red).






