Diskusi Publik PRJ Usung Format Komprehensif Kewaspadaan Dini: Dari Mitigasi Bencana hingga Visi Kota Global

Megapolitan83 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Pemuda Responsif Jakarta (PRJ) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik dengan mengusung tema “Peran Masyarakat dan Pemuda dalam Membangun Sistem Kewaspadaan Dini di DKI Jakarta”. Acara ini berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Aula Kelurahan Cawang, Jl. H. Nasir, Cawang, Jakarta Timur, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

​Diskusi publik yang dipandu oleh Zammaloni SH yg juga sebagai ketua RW 02 KEL CAWANG selaku moderator ini dikemas dengan format tematik yang mendalam dan komprehensif, menyoroti bagaimana sistem kewaspadaan dini tidak lagi dipandang sekadar sebagai langkah pengamanan konvensional, melainkan sebagai ekosistem kolaboratif yang melibatkan kesadaran kolektif Gen Z dan milenial.

Baca Juga  Spill The Tea: Polemik TransJakarta, BAJA Ajak Gen Z & Milenial Check Facts & Gak Asal Panik!

​Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menguraikan format kewaspadaan dini dari berbagai dimensi strategis:

Dimensi Tata Kelola Wilayah dan Partisipasi Lokal: Lurah Cawang sekaligus Keynote Speaker, Gia Junian Putranto, S.Kom, menekankan bahwa format kewaspadaan dini yang efektif harus berakar dari tingkat kelurahan, di mana keterlibatan aktif pemuda dan elemen masyarakat menjadi motor penggerak utama stabilitas wilayah.

Dimensi Gerakan Kepemudaan: Ketua Umum PRJ, M. Arief. S, menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, perlu mengambil format peran yang lebih progresif sebagai garda terdepan yang peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekitar.

​Dimensi Visi Kota Global dan Ketahanan Komprehensif: Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi DKI Jakarta, Chico Hakim, memaparkan bahwa dalam menyongsong usia 5 abad Jakarta menuju target 50 kota global, format kewaspadaan dini harus sejalan dengan peningkatan kualitas SDM—seperti perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan layanan kesehatan. Ia menambahkan bahwa sense of belonging di kalangan Gen Z dan milenial akan memperluas cakupan kewaspadaan dini, yang tidak hanya terbatas pada antisipasi kejahatan atau demonstrasi, tetapi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan secara partisipatif bersama seluruh stakeholders.

Baca Juga  Endus Aroma Kongkalikong Proyek Tanggul Kepulauan Seribu Rp138,6 Miliar, CBA Desak Kejati DKI Bertindak

Dimensi Teknis Deteksi Dini: Kolonel Agus Kosasih dari Tim Kewaspadaan Dini DKI Jakarta menjelaskan bahwa format deteksi dini yang aplikatif menuntut masyarakat dan generasi muda untuk memiliki kepekaan literasi situasi, sehingga potensi gangguan ketertiban dapat dimitigasi secara cepat dan tepat.

Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur, Eliazer Hutapea, S.E., M.M., menutup rangkaian pemaparan dengan menekankan bahwa format ketahanan lokal berbasis wawasan kebangsaan menjadikan partisipasi aktif warga sebagai benteng pertahanan pertama di wilayah Jakarta Timur.

​Melalui format diskusi interaktif ini, PRJ berharap terbangun rumusan solusi nyata yang mempererat sinergi lintas sektor antara pemerintah, pemuda, serta masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi Jakarta.(red).

Baca Juga  Desak Evaluasi Total, FPPJ Sebut Dinas Bina Marga DKI Gagal Berikan JPO yang Aman dan Layak Bagi Warga Jakarta