FPPJ Dukung Penyesuaian Tarif TransJakarta Maksimal Rp5.000: Menjaga Keseimbangan Layanan Pelayanan Warga Jakarta

Megapolitan279 Dilihat

MARKABERITA.COM, Jakarta, — Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyatakan dukungannya terhadap wacana penyesuaian tarif layanan TransJakarta, dengan catatan tegas bahwa tarif baru tersebut tidak melebihi angka Rp5.000. Langkah ini dinilai sebagai kompromi realistis untuk menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik tanpa menimbulkan efek kejut di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan. Dukungan ini sejalan dengan pandangan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, yang sebelumnya menilai penyesuaian tarif sebagai hal yang wajar mengingat tarif saat ini telah bertahan selama lebih dari dua dekade tanpa kenaikan, meskipun biaya operasional terus membengkak. Namun, Rani mengingatkan bahwa setiap kebijakan tarif harus tetap berpijak pada kemampuan ekonomi publik sebagai pengguna utama.

Baca Juga  SP2 untuk Pelecehan Seksual: DPRD & FK REPNUS Desak PHK dan Transparansi, Nilai Komitmen Inklusivitas Transjakarta Sekadar Jargon Retoris

​Ketua Umum FPPJ, Endriansyah pada keterangan tertulisnya pada minggu (26/4), menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian tarif harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis pada kondisi riil di lapangan. Menurutnya, meskipun peningkatan pendapatan operasional TransJakarta sangat dibutuhkan, batas maksimal Rp5.000 adalah harga mati agar layanan tetap kompetitif. Jika kenaikan tarif terlalu tinggi, terdapat risiko besar masyarakat akan kembali beralih ke kendaraan pribadi, yang pada akhirnya justru memperburuk masalah kemacetan dan polusi udara di ibu kota. FPPJ melihat bahwa stabilitas jumlah penumpang adalah kunci keberlanjutan sistem; penurunan pengguna akibat tarif yang tidak tepat hanya akan membebani pendapatan operator dan meningkatkan ketergantungan pada subsidi pemerintah.

Baca Juga  Gedung Dispora DKI Mewah tapi Aktivitas Pemuda Mati Suri, LPMAK: Gubernur Pramono Anung Lebih Cintai Proyek Beton daripada Masa Depan Pemuda  

​Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren pemulihan jumlah penumpang yang signifikan, di mana pada tahun 2023 total pengguna mencapai 264 juta orang. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga 413 juta penumpang pada tahun 2025 seiring dengan masifnya penambahan rute dan integrasi layanan. FPPJ menilai tren positif ini harus dijaga dengan kebijakan yang suportif, bukan yang bersifat kontraproduktif. Dengan strategi yang tepat, target pencapaian 500 juta penumpang pada tahun 2026 bukan hal yang mustahil untuk diraih, asalkan aksesibilitas tetap terjaga melalui tarif yang terjangkau.

​Lebih lanjut, FPPJ menekankan bahwa kenaikan tarif wajib diikuti dengan komitmen peningkatan kualitas layanan secara nyata. Aspek ketepatan waktu, kenyamanan armada, keamanan, serta perluasan jaringan layanan—khususnya pada segmen Mikrotrans—harus menjadi prioritas utama. Perluasan Mikrotrans dianggap sangat strategis untuk meningkatkan konektivitas first mile dan last mile, sehingga masyarakat di kawasan pemukiman memiliki akses yang lebih mudah menuju transportasi publik. Sebagai penutup, FPPJ berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mengambil kebijakan yang seimbang antara keberlanjutan finansial operator dan daya beli masyarakat, dengan memastikan bahwa setiap kenaikan tarif diiringi oleh perluasan akses yang inklusif bagi seluruh warga Jakarta.(Red).

Baca Juga  Diskusi Publik PRJ Usung Format Komprehensif Kewaspadaan Dini: Dari Mitigasi Bencana hingga Visi Kota Global