Keselamatan Publik Jadi Taruhan, FK Repnus Desak Percepatan Penataan SJUT untuk Wujudkan Jakarta Kota Global Berbudaya

Megapolitan422 Dilihat

Markaberita.id |Jakarta, 28 Juni 2025 – Insiden terbakarnya kabel udara di Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/6) lalu, menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Faisal Nasution, Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK Repnus), mendesak percepatan penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Ibu Kota demi keselamatan publik.

“Masalah kabel semrawut bukan sekadar urusan estetika, melainkan menyangkut keamanan dan kenyamanan publik yang fundamental,” tegas Faisal. Ia menambahkan, penataan SJUT di Jakarta harus mencerminkan budaya lokal sembari menjawab tantangan modernisasi menuju predikat kota global.

Budaya Lokal dan Standar Global: Sebuah Keharusan Mendesak

Sebagai megapolitan dan gerbang utama Indonesia, Jakarta tak bisa hanya terpaku pada citra tanpa didukung infrastruktur yang mumpuni. Faisal mempertanyakan, “Di mana letak kebanggaan kita sebagai bangsa jika penataan infrastruktur dasar saja masih jauh dari kata rapi dan aman?”

Baca Juga  Desak Perbaikan Kinerja BUMD Pangan, FPPJ Minta Dirut Baru Food Station Evaluasi Total Jajaran Manajemen

Menurutnya, budaya lokal Jakarta dengan semangat gotong royong dan ketertiban seharusnya menjadi fondasi pembangunan. Kabel yang menjuntai, tiang tak beraturan, dan risiko kebakaran adalah anomali yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

“Menuju kota global berarti Jakarta harus mengadopsi standar internasional,” jelas Faisal. Ini berarti penanaman kabel di bawah tanah (ducting) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak. Langkah ini diyakini akan membebaskan pandangan langit Jakarta, meningkatkan keamanan warga dari bahaya kebakaran atau kecelakaan, serta mempermudah pemeliharaan jaringan.

Desakan FK Repnus: Pemprov DKI Harus Tegas!

FK Repnus mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih serius dan tegas dalam mengawal proyek SJUT. Koordinasi antarlembaga dan operator penyedia layanan harus diperkuat agar kepentingan bisnis tidak mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga. Edukasi kepada masyarakat juga dianggap penting untuk membangun partisipasi aktif dalam menjaga fasilitas umum.

Baca Juga  Abang Center: Kunjungan Gubernur Pramono ke KPK Jangan Jadi Panggung "Gimmick" Politik

“Insiden Jagakarsa harus menjadi titik balik. Ini adalah momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menunjukkan komitmen nyata,” pungkas Faisal. “Penataan SJUT bukan hanya tentang merapikan kabel, tapi tentang membangun peradaban kota yang lebih baik.”

Ia berharap Jakarta mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan kearifan lokal, menghadirkan kota yang tidak hanya modern, tetapi juga aman, nyaman, dan berbudaya. “Mari kita wujudkan Jakarta yang tertata rapi, aman, dan menjadi cerminan sejati dari sebuah kota global yang berakar pada budayanya sendiri,” tutup Faisal Nasution.(Red)