Saham Anjlok dan Nasabah Menjerit, CBA Peringatkan BCA: Jangan Anggap Remeh Pengaduan!

Nasional74 Dilihat

MARKABERITA.COM, ​JAKARTA — Lembaga pengawas anggaran Center for Budget Analysis (CBA) melayangkan peringatan keras kepada manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Maraknya keluhan nasabah di media sosial yang berkelanjutan serta tekanan hebat pada harga saham perusahaan menjadi sinyal bahaya bagi reputasi bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menegaskan bahwa besarnya kapitalisasi pasar dan kuatnya modal tidak otomatis membuat BCA kebal dari krisis kepercayaan. Kualitas pelayanan serta kepastian penanganan keluhan nasabah harus menjadi prioritas utama yang tak boleh ditawar.

​“Bank sebesar BCA tidak boleh menganggap keluhan nasabah sebagai persoalan sepele. Ketika nasabah harus berulang kali mengadu ke cabang, mendatangi call center, bahkan sampai melapor ke aparat penegak hukum, itu pertanda ada sumbatan serius dalam sistem pelayanan BCA,” tegas Uchok dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

​Kritik tajam CBA ini bertepatan dengan aksi lepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh investor pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Dalam sehari, harga saham BBCA merosot tajam dari posisi Rp5.825 ke Rp5.175 per saham. Aksi jual bersih (net sell) investor asing tercatat mencapai angka fantastis Rp2,32 triliun, dengan volume perdagangan menembus 4,5 juta saham.

Baca Juga  Menggugat Tradisi yang Merenggut Masa Depan: Darurat Perlindungan Anak dari Belenggu Pernikahan Dini

​Meski dinamika harga saham dipengaruhi berbagai variabel makroekonomi dan strategi portofolio investor, CBA mengingatkan bahwa guncangan persepsi publik akibat krisis pelayanan dapat memperburuk sentimen pasar.

​”Manajemen BCA tidak boleh menutup mata. Arus jual asing ini harus dibaca sebagai peringatan agar BCA segera membenahi transparansi dan komunikasi publiknya,” ujar Uchok.(red).