Air PAM Mati Tanpa Pemberitahuan Selama Dua Hari, Keluhan Warga Depok “Banjiri” Media Sosial

Megapolitan267 Dilihat

​DEPOK, Markaberita.com — Sejumlah warga di Kota Depok dibuat geram akibat terhentinya aliran air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) yang terjadi secara mendadak sejak Selasa, 1 September 2026, hingga hari ini, Rabu (2/09/2026). Keluhan tersebut tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat di permukiman, tetapi juga bergemuruh dan ramai menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

​Di tengah situasi tanpa adanya pemberitahuan atau sosialisasi resmi dari pihak pengelola, media sosial dipenuhi oleh unggahan serta komentar kekecewaan dari para pelanggan. Warga menyuarakan keresahan mereka karena air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda, mulai dari keperluan rumah tangga, sanitasi, hingga ibadah. Ketiadaan informasi awal membuat warga tidak sempat menampung cadangan air untuk kebutuhan darurat.

​”Air mati total sejak kemarin tanggal 1 September tanpa ada warning atau pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba aliran kering begitu saja, dan di medsos tetangga-tetangga juga pada mengeluh karena hal yang sama. Ini sangat menyulitkan kami,” ujar salah satu warga Depok yang terdampak.

​Melihat luasnya dampak dan gelombang protes yang masif di ruang publik digital, manajemen serta instansi pengelola layanan air bersih di Kota Depok didesak untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Pihak berwenang dituntut untuk bergerak cepat memulihkan aliran air, transparan menjelaskan penyebab gangguan, serta menyalurkan bantuan pasokan air bersih sementara bagi wilayah-wilayah yang paling parah terdampak.

Baca Juga  Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati: MMT Tuntut Audit Menyeluruh dan 'Bedol Desa' Manajemen Pasar Jaya

​Insiden matinya layanan tanpa pemberitahuan ini menjadi catatan serius bagi kualitas pelayanan publik di Depok, di mana komunikasi dan kecepatan tanggap darurat terhadap hak konsumen dinilai masih perlu dievaluasi secara menyeluruh.(red).