Gila, Simpanan Emas Seharga Rp6,8 Miliar Raib! Korban BJB Syariah Seret Nama OJK dan Kapolri

Hukum, Megapolitan55 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com — Skandal perbankan tanah air kembali bikin geger jagat maya! Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Selasa (01/09/2026), seorang nasabah bernama William Gunawan mengunggah video pengakuan mengejutkan yang mendadak viral di TikTok melalui akun @justiceforwilliamgunawan. Ia membongkar dugaan penggelapan deposito emas Antam Mulia seberat 2,2 kilogram—bernilai fantastis mencapai lebih dari Rp6,8 miliar—yang disimpan secara resmi di Bank BJB Syariah Cabang Tebet, Jakarta.

​Kasus ini langsung bikin publik elus dada karena seluruh simpanan emas milik William dan keluarganya mendadak lenyap tanpa jejak akibat dicairkan secara sepihak kepada pihak ketiga oleh oknum pejabat bank. Parahnya lagi, aksi lancung tersebut diduga kuat berjalan mulus berkat manipulasi data pribadi nasabah—termasuk perubahan nomor telepon—yang diubah secara sepihak tanpa ada konfirmasi, kehadiran, maupun persetujuan dari pihak korban sama sekali.

Baca Juga  <em>Kompi Apresiasi Kabupaten Bekasi Juara Umum Porprov XIV, KONI ditantang Buka Data Mutasi Atlet</em>

​Tak tinggal diam, William mendesak pertanggungjawaban penuh dan ganti rugi dari manajemen Bank BJB Syariah Cabang Tebet. Dalam seruan terbukanya, ia bahkan secara tegas menyeret nama-nama petinggi negara—mulai dari Presiden RI, Kapolri, Kapolda, Pimpinan OJK, hingga DPR RI—untuk gerak cepat mengusut tuntas dugaan kejahatan finansial ini. William turut membandingkan nasibnya dengan kasus Suster Natalia di Bank BNI yang akhirnya berhasil di-recover, dan berharap tindakan tegas yang sama juga diterapkan dalam kasusnya.

​Sontak, curhatan ini memicu gelombang dukungan netizen yang prihatin atas ringkihnya sistem keamanan data dan simpanan nasabah. Melalui video tersebut, korban mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meramaikan isu ini lewat share, like, dan repost agar kasus ini terus dikawal ketat, keadilan ditegakkan, dan tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan oleh ulah oknum perbankan.(red).

Baca Juga  ICW Desak Kemensetneg Buka Data Anggaran Sembako May Day, Ada Apa?