DEPOK, Markaberita.com — Ada-ada saja gebrakan di Kota Depok! Media portal berita markaberita.com menyoroti keresahan yang lagi viral banget di linimasa media sosial. Pasalnya, ada surat pemberitahuan resmi dari Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Tempat Pembuangan Akhir (FKMP-TPAS) Kota Depok bernomor 049/P/FKMP-TPAS/VIII/2026 yang bikin publik geleng-geleng kepala.
Berdasarkan surat tertanggal 3 Agustus 2026 yang diteken oleh Pengurus Forum TPA Cipayung (A. Ghozali sebagai Pengurus dan Sopian sebagai Sekretaris), operasional pembuangan dan akses jalur baru TPA ditutup total selama 3 hari terhitung mulai Kamis, 6 Agustus hingga Sabtu, 8 Agustus 2026.
Alasannya? Bukan karena perbaikan atau darurat sampah, melainkan karena ada hajatan di kediaman Bapak Babai Suhaemi, SE! Alhasil, armada mobil pengangkut pun terpaksa diliburkan.
Bikin Tepuk Jidat: Fasilitas Publik Dipakai Buat Urusan Pribadi?
Keputusan menutup fasilitas publik gara-gara acara hajatan personal ini langsung memicu gelombang kritik pedas dari netizen dan masyarakat luas. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang mencederai keadilan publik di Kota Depok.
Supaya masalah ini enggak cuma jadi angin lalu, netizen dan publik mendesak pihak-pihak terkait buat segera bertindak tegas:
Badan Kehormatan DPRD Depok: Ketua BK DPRD Depok, Qonita Lutfiyah, dituntut buat segera turun tangan dan memeriksa dugaan penyalahgunaan akses publik demi kepentingan pribadi ini.
Pemerintah Kota Depok: Walikota Depok Supian Suri bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok @renisiti23 diminta monitor dan klarifikasi secara transparan, apakah hal kayak gini dibenarkan secara aturan?
Gubernur Jawa Barat: Netizen juga kompak mention Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi biar ikut memberikan pencerahan atas drama penutupan fasilitas umum demi kepentingan elite lokal ini.
Pesan tegas dari masyarakat: Jangan pernah ajarkan warga Kota Depok untuk bersikap sewenang-wenang menggunakan akses publik demi kepentingan pribadi! Urusan kebersihan dan layanan dasar warga enggak seharusnya dikorbankan cuma buat ngurusin hajatan elite.(red).






