Kebakaran Sampah Kramat Jati Renggut Nyawa Petugas, BAJA Foundation: Ini Peringatan Telak untuk Pemprov DKI!

Hukum, Megapolitan296 Dilihat

​Jakarta, Markaberita.com  – Kehilangan nyawa seorang pahlawan kemanusiaan akibat keteledoran tata kelola sampah bukan lagi sekadar berita duka biasa. Ini adalah tamparan keras dan alarm darurat bagi sistem pengawasan lingkungan di ibu kota.

​Ketua Umum BAJA Foundation, R. Lintang Fisutama, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Andriyono, Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung Gulkarmat DKI Jakarta, saat berjibaku memadamkan api di tumpukan sampah ilegal, Jalan Penggilingan Baru, Kramat Jati, Jakarta Timur.

​Tragedi ini terasa makin ironis karena meletus tepat di hari pertama berlakunya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 pada 1 Agustus 2026. Alih-alih menjadi tonggak perbaikan, hari pertama aturan baru tersebut justru dibuka dengan musibah maut di lahan pembuangan liar yang dibiarkan menumpuk tanpa kontrol.

​“Regulasi bagus kalau cuma jadi tumpukan kertas administratif ya percuma. Instruksi Gubernur wajib dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan, sikat habis pelaku pembuangan liar, dan jangan tebang pilih!” tegas Lintang. Minggu (02/08/26).

​Peringatan Keras untuk Dinas Lingkungan Hidup DKI

​BAJA Foundation mengingatkan agar jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tidak bersikap santai atau mengulang sejarah kelam masa lalu yang berujung pada jerat hukum bagi pejabatnya. Kelalaian dalam pengawasan bukan cuma bikin lingkungan rusak, tapi terbukti sudah merenggut nyawa petugas di garis depan.

Baca Juga  Puing Monorel dan Jargon Gen Z: Menuntut Inovasi Substantif, Bukan Sekadar Etalase Politik

​Poin Desakan Tegas BAJA Foundation:

  • ​Audit Total & Petakan Titik Liar: Segera bersihkan dan awasi 24/7 seluruh titik pembuangan sampah ilegal yang luput dari pantauan.
  • ​Eksekusi Aturan Tanpa Kompromi: Pastikan Instruksi Gubernur No. 5/2026 berjalan efektif, bukan sekadar gimik birokrasi.
  • ​Professionalism Up: Jangan tunggu ada korban jiwa berikutnya atau kerugian negara baru gerak cepat. Evaluasi total harus dimulai hari ini!

​Keselamatan warga dan petugas lapangan adalah harga mati. Tragedi Kramat Jati harus jadi titik balik agar tata kelola sampah Jakarta jauh lebih transparan, tegas, dan anti-ceroboh!. (Red).