Kasus PMI Terlantar Makin Chaos: PT Buana Rizki Nego Damai Pakai Cuan, PT MSI Sok Kebal Hukum, Imigrasi Malah Silent Treatment

Hukum, Nasional464 Dilihat

​JAKARTA TIMUR, Markaberita.com — Isu pelik soal perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telantar mendadak bikin geram publik. Alih-alih tanggung jawab, pihak-pihak yang terseret justru ketahuan playing victim, mencoba nyogok, sampai ngelakuin teror. Nggak heran kalau pihak pelapor langsung nge-gas minta jalur hukum ditempuh tanpa ampun.

​Hal tersebut dibongkar habis-habisan oleh Salomo Silitonga, S.H. dari PS Law Firm selaku kuasa hukum pelapor, saat ngadain press conference di Jakarta Timur, Rabu (05/08/2026). Di depan awak media, Salomo spill semua fakta-fakta gelap mulai dari aksi suap, intimidasi ke rumah korban, sampai tantangan terbuka dari para terduga pelaku.

​Berikut poin-poin penting yang dibongkar dalam konpers tersebut:

Baca Juga  Gara-Gara Salah Transfer Rp7 Juta, BCA Kalah di Pengadilan! CBA Sentil OJK: "Kerjanya Mana Nih, Gajian Terus?"

 Alih-alih beritikad baik buat mulangin PMI yang telantar, PT Buana Rizki malah mangkir. Perusahaan ini diduga kuat di-backstage-in sama Syarif selaku bos besar. Gara-gara panik, mereka pakai tangan pihak ketiga bernama Muksin buat nyamperin kuasa hukum dan nawarin uang Rp20 juta supaya laporan kasusnya di-drop alias ditutup.

Drama belum selesai di situ. Sponsor yang dulu ngeberangkatkan PMI nekat datengin rumah korban sambil pasang muka sangar dan ngeluarin ancaman. Tujuannya? Maksa keluarga korban buat cabut surat kuasa dari tim lawyer. Jelas banget ini aksi premanisme demi lolos dari jerat hukum pidana.

Gaya songong juga dipamerin sama PT MSI. Lewat perwakilannya yang namanya David, mereka fix zero effort buat nyelesaiin masalah kemanusiaan ini. Bukannya kooperatif, David malah nantangin dengan entengnya bilang “laporkan saja”, seakan-akan kelompok mereka untouchable dan kebal hukum.

Baca Juga  Jeritan di Balik Motor Roda Tiga: Pedagang Disabilitas Ikut Kepung Grahadi, Tuntut Keadilan bagi Rakyat Kecil

Salomo Silitonga, S.H. juga nggak lupa nge-call out pihak imigrasi—mulai dari Imigrasi Bogor, Cirebon, Karawang, sampai Bandung—yang dari kemarin kompak silent treatment alias nggak ngerespon sama sekali. Padahal, para PMI ini bisa terbang ke luar negeri karena mengantongi paspor sah dari kantor-kantor imigrasi tersebut. Jelas-jelas aksi lepas tangan ini nabrak aturan Kepmenaker Nomor 260 Tahun 2015.

Udah enek sama skema playing victim dan arogansi mereka, PS Law Firm pastikan nggak bakal tinggal diam. Langkah hukum fix diambil dengan ngelaporin pihak imigrasi yang bad attitud ini ke Dirjen Imipas. Nggak cuma itu, jalur pidana buat nyeret para pelaku ke Kepolisian atas dugaan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU TPPO) udah dibentangkan lebar-lebar.

Baca Juga  Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong, Komite Penyelamat Lingkungan Desak Audit Menyeluruh Proyek PAM Jaya

​Salomo Silitonga, S.H. menegaskan bakal kawal kasus ini sampai tuntas titik darah penghabisan biar semua oknum yang terlibat ngerasain akibat perbuatannya di meja hijau.(red).