Dua Dugaan Skandal  Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS  Dan BOK

News229 Dilihat

Dua Dugaan Skandal  Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS  Dan BOK,

 

_`PURWAKARTA, Markaberita.com`_ — Kinerja penegakan hukum di `Kejaksaan Negeri Purwakarta` di bawah kepemimpinan `DR. Yudi Kurniawan, S.H., M.H` menjadi sorotan. Hingga saat ini belum ada `tersangka TSK` yang ditetapkan dari sejumlah laporan dugaan korupsi di Kabupaten Purwakarta.

 

Perhatian publik kini tertuju pada dua persoalan di `Dinas Kesehatan Purwakarta`. Pertama, terkait pelaksanaan proyek `Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS` di 20 Puskesmas senilai `Rp18 miliar`. Kedua, adanya `dugaan pemotongan dana BOK` di internal Dinkes.

 

PLTS Rp900 Juta/Titik Diduga Alami Gangguan Massal, Proyek PLTS di 20 Puskesmas dengan pagu anggaran `Rp 900 juta per titik` itu kini `diduga` mengalami banyak kendala.

Baca Juga  Kapolres Purwakarta Ikuti Arahan Kapolri Terkait Kegiatan Polri untuk Masyarakat

 

Salah satunya di `Puskesmas Kiarapedes`. Berdasarkan informasi yang dihimpun, panel surya di lokasi tersebut `disebut` sudah beberapa kali mengalami gangguan teknis hingga tidak berfungsi. Kondisi serupa `diduga` juga terjadi di sejumlah Puskesmas lainnya.

 

Informasi yang beredar, pembayaran kepada rekanan `disebut` telah mencapai 100%. Pertanyaan pun muncul di masyarakat: bagaimana pertanggungjawaban `Rp18 miliar` anggaran tersebut jika fasilitas yang diterima tidak berfungsi optimal?

 

“Desak Audit Investigatif Total” Ketua DPC RepDem Purwakarta, `Asep Yadi Rudiana` alias `Asep Bentar`, mendesak `audit investigatif total` terhadap proyek tersebut.

 

“Jika benar ada potensi kerugian negara hingga `Rp12 miliar`, maka ini tidak bisa dianggap sebagai salah urus biasa. Kami mendesak APH segera turun, membandingkan RAB dengan kondisi fisik di 20 titik,” tegas Asep Bentar, Rabu (27/8/2026).

Baca Juga  Kapolsek Pebayuran, Melaksanakan Kunjungan Ke Koramil 11 Pebayuran Dalam Rangka HUT TNI 79

 

Ia `menduga` kerusakan yang terjadi secara serentak mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian spesifikasi barang.

 

Muncul Dugaan Pemotongan Dana BOK, Di tengah belum tuntasnya persoalan PLTS, `beredar informasi` terkait adanya `dugaan pemotongan dana BOK – Bantuan Operasional Kesehatan` oleh oknum di tingkat Puskesmas. Besaran potongan `disebut` bervariasi.

 

“Ini juga harus diusut. Jangan sampai dana operasional untuk pelayanan kesehatan masyarakat justru tidak sampai utuh. Kami minta Kejari segera melakukan audit,” desak Asep Bentar.

 

Hingga berita ini diturunkan, `Markaberita.com` telah berupaya mengonfirmasi kepada `Dinkes Purwakarta` dan Namun, belum ada keterangan resmi yang diterima terkait dua persoalan tersebut. Pihak terkait diberikan hak untuk memberikan tanggapan dan klarifikasi.

Baca Juga  Cinta Lingkungan, Satpolairud Polres Purwakarta Lakukan Bersih-bersih Di Dermaga Servis

`Wartawan: Saepul Bahri, S.H`