JAKARTA, Markaberita.com — Kritik tajam yang dilayangkan terhadap kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat berbuntut panjang. Bukan mendapat respons yang substansial atau adu argumen yang sehat, Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansyah, justru dikabarkan mendapat teror dan ancaman serius setelah vokal menyoroti bobroknya pelayanan publik di wilayah Jakarta Pusat.
Aksi intimidasi ini langsung memantik reaksi keras dari berbagai elemen pemuda. Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) dengan tegas mengecam segala bentuk teror dan ancaman yang dialamatkan kepada aktivis yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/07/26), Ketua Umum MMT, Abid Zahid Fadilah, menyatakan bahwa tindakan pengecut berupa ancaman fisik maupun teror psikologis merupakan pukulan telak terhadap kebebasan berpendapat di ruang publik. Menurutnya, jika seorang pejabat dikritik, seharusnya dijawab dengan pembuktian kinerja, bukan dengan cara-cara kotor untuk membungkam suara rakyat.
”Kami dari MMT mengecam keras segala bentuk ancaman dan intimidasi terhadap Ketum FPPJ, Endriansyah. Kritik yang disampaikan FPPJ itu berbasis fakta di lapangan terkait buruknya pelayanan publik dan hobi pamer pencitraan Wali Kota Jakpus. Kalau pejabat baper lalu dibekingi dengan cara-cara intimidasi, ini sudah red flag buat demokrasi di Jakarta!” tegas Abid Zahid Fadilah, Kamis (23/07/26).
Abid menilai, aksi teror ini justru semakin memperlihatkan mental antikritik di lingkungan birokrasi wilayah. Alih-alih introspeksi diri atas banyaknya PR di Jakarta Pusat—mulai dari masalah kebersihan, fasilitas umum yang terbengkalai, hingga lambatnya respons pengaduan warga—oknum-oknum tidak bertanggung jawab malah memilih jalan meneror pengkritik.
Lebih lanjut, MMT mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan membongkar aktor di balik teror terhadap aktivis FPPJ tersebut. Mereka menegaskan bahwa gerakan moral tidak akan pernah mundur oleh gertakan sekecil apa pun.
”Jangan main-main dengan intimidasi! Gerakan pemuda dan mahasiswa di Jakarta tidak akan pernah ciut oleh teror. Kami berdiri bersama FPPJ untuk melawan segala bentuk pembungkaman suara rakyat. Kepada Gubernur DKI Jakarta, kami juga minta agar insiden ini jadi catatan tebal untuk segera mengevaluasi dan mencopot Wali Kota Jakarta Pusat,” pungkas Abid.(red).






