Kades Ciawi Diduga Abaikan Desa Sendiri, Sibuk Urus Proyek TPT Di Desa Sukadami

News101 Dilihat

PURWAKARTA, Markaberita.com* – Kepala Desa Ciawi, Agus, kembali menjadi sorotan. Kali ini terkait dugaan keterlibatannya dalam pekerjaan Proyek Tembok Penahan Tanah, TPT, Tanggap Darurat di Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

 

Ironisnya, di tengah menumpuknya persoalan di desa yang dipimpinnya, Kades Agus justru diduga lebih sibuk mengurusi proyek di luar wilayahnya.

 

Kades Sukadami Angkat Bicara: Tidak Ada Keterlibatan, Proyek Jalan Tanpa Libatkan Warga

Upaya konfirmasi awak media dilakukan pada Senin, 13 Juli 2026 dengan mendatangi Kantor Desa Sukadami.

Di ruang kerja, Kepala Desa Sukadami, Hana, menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada keterlibatan dalam proyek TPT tanggap darurat tersebut.

 

“Sebelumnya Kades Ciawi, Agus, pernah datang meminta izin untuk pengajuan ke dinas, secara lisan tanpa ada berita acara. Dan prosedur pemerintahan untuk pelebaran jalan yang berkaitan dengan tanah warga, seharusnya menempuh perizinan dan membuat kesepakatan di atas materai dengan pemilik tanah,” ujar Hanan,

Baca Juga  Gempungan Pelayanan Publik di Desa Taringgul Tonggoh: Om Zein Wujudkan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

 

Hanan juga mengungkapkan pernyataan Kades Agus kepadanya. “Agus menyampaikan, ‘Jangan takut kalau ada yang datang wartawan atau LSM, arahkan saja ke saya’,” katanya menirukan ucapan Agus.

 

Proyek tersebut tiba-tiba sudah berjalan. “Sebelumnya warga Sukadami tidak ada yang dipekerjakan. Setelah ramai pemberitaan, saya mendatangi lokasi dan mendapati pekerjaan sudah berjalan, dan ada dua orang warga kami yang ikut bekerja,” tambah Hanan,

 

Warga Sukadami Kecam Keras: Urus Desa Orang, Desa Sendiri Berantakan,

Berdasarkan aduan warga, Kades Ciawi diduga menjadi pemasok material untuk Seluruh kebutuhan proyek tanggap darurat di Desa Sukadami.

“Kami mengecam sikap Kades Ciawi yang jadi pemasok material. Seharusnya membenahi desa sendiri, ini malah sibuk urus Desa Sukadami. Ada kepentingan apa sebenarnya, kami sebagai masyarakat Sukadami bertanya-tanya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Jelang Tahun Politik 2024, Jajaran Polda Kalsel Terus Tingkatkan Sinergitas dengan Stakeholder Terkait

 

Sejumlah wartawan juga menyoroti gaya kepemimpinan Kades Agus yang dinilai arogan. “Sangat miris, sosok kepala desa Ciawi dengan gaya sok keras dan arogan. Hal tersebut tidak mencerminkan sosok pemimpin yang baik,” ujar salah satu wartawan

Warga Sukadami juga mempertanyakan, “Ada kepentingan apa Kades Ciawi sibuk membenahi jalan di Desa Sukadami tanpa ada komunikasi terhadap masyarakat Sukadami?”

 

Program di Desa Sendiri Dinilai Tidak Transparan

Selain proyek luar, warga Ciawi juga menyoroti sejumlah program di desanya yang dinilai tidak berjalan maksimal dan minim keterbukaan penggunaan Dana Desa.

“Program bioflok semrawut, insentif guru ngaji tidak jelas, pembangunan infrastruktur asal-asalan. Anggaran BUMDes juga nggak transparan pengelolaannya seperti apa,” keluh warga Ciawi,

 

Lebih lanjut, warga Desa Ciawi yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kepada awak media minimnya pelibatan masyarakat. “Setiap kegiatan musdes tidak pernah melibatkan warga atau tokoh setempat,” tambahnya.

Baca Juga  Pemkot Cimahi Perkuat Komitmen Antikorupsi, Inspektorat Gelar Sosialisasi Zona Integritas Menuju WBK

KWCP Desak Evaluasi DPMD dan Inspektorat

Sebelumnya, Markaberita.com telah melayangkan konfirmasi kepada Kades Agus via WhatsApp pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 15.33 WIB. Namun hingga batas waktu 1×24 jam, tidak ada tanggapan maupun klarifikasi dari yang bersangkutan.

 

Melihat adanya dugaan ini, Ridho Ketua KWCP Komunitas Wartawan Cyber Purwakarta mendesak *Dinas DPMD, Inspektorat, dan APH Kabupaten Purwakarta* untuk segera mengevaluasi kinerja Pemerintah Desa Ciawi dan menelusuri dugaan keterlibatan Kades dalam proyek di luar desa.

 

Sebagaimana diamanatkan *UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 26*, Kepala Desa wajib memprioritaskan pembangunan dan pemberdayaan di wilayahnya sendiri.

Markaberita.com tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi Kades Ciawi dan pihak terkait.

_Reporter: Saepul Bahri_