Pendaki Asal Bandungan Meninggal Dunia Akibat Hipotermia di Gunung Merbabu

Daerah737 Dilihat

​BOYOLALI, Markaberita.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian Jawa Tengah. Seorang pendaki asal Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, bernama Widodo (44), ditemukan meninggal dunia saat mencoba menaklukkan puncak Gunung Merbabu via jalur pendakian Kabupaten Boyolali, Rabu (10/6/2026).

​Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengonfirmasi bahwa korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat mengalami hipotermia ekstrem. Kejadian nahas tersebut berlangsung di area Sabana I saat korban bersama rekannya tengah berjuang menuju puncak.

​“Betul, yang bersangkutan meninggal dunia karena kedinginan atau hipotermia,” ujar AKP Winarsih saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Widodo dan rekannya memulai pendakian melalui Basecamp Gancik Selo pada Rabu dini hari. Sempat beristirahat sejenak di kawasan Sabana II, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun, di tengah perjalanan, kondisi fisik Widodo menurun drastis hingga ia terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Baca Juga  Sinergi Kejaksaan RI dan Menteri ATR/BPN RI Bahas Penguatan Kerja Sama Penegakan Hukum di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

​Rekan korban segera meminta pertolongan kepada pendaki lain serta tim relawan yang bertugas di jalur tersebut. Tim evakuasi bergegas membawa korban turun menuju basecamp untuk kemudian dilarikan ke RS Pandan Arang Boyolali. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong.

​“Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban sudah meninggal dunia beberapa jam sebelum tiba di rumah sakit. Pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga pun telah menerima kejadian ini sebagai musibah,” tambah AKP Winarsih.

​Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pendaki mengenai bahaya fenomena bediding yang tengah melanda wilayah pegunungan. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait peralihan musim hujan ke kemarau yang membuat suhu udara turun drastis.

Baca Juga  Dua Orang Terduga Pengedar Narkotika Di Amankan Satres Narkoba Polres PALI

​Pada musim bediding, suhu di puncak Gunung Merbabu dapat anjlok hingga 5 derajat Celsius, atau bahkan lebih rendah. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pendaki yang tidak memiliki persiapan fisik dan perlengkapan memadai.

​“Suhu di puncak bisa mencapai lima derajat Celsius atau lebih rendah. Ciri khas fenomena ini sering munculnya embun upas atau embun es di dedaunan. Kami mengimbau para pendaki untuk selalu waspada, memperhatikan kondisi kesehatan, dan melengkapi peralatan pendakian sesuai standar keamanan,” ungkap pihak pengelola taman nasional.

​Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh penggiat alam bebas agar lebih mengedepankan keselamatan dan memahami batasan fisik di tengah cuaca ekstrem pegunungan.(Red).

Baca Juga  ‎Diduga Langgar Spesifikasi, Warga Pantai Harapanjaya Akan Bersurat Kepada Kepala Desa Soal Pekerjaan PAMSIMAS