Operasional Sampah Jakarta Selatan Terancam, Pengadaan Accu Diduga Sarat Praktik Koruptif

Hukum, Megapolitan68 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Layanan pengangkutan sampah di wilayah Jakarta Selatan kini berada di ambang krisis operasional. Ratusan sopir truk sampah Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan menjerit lantaran armada mereka terus-menerus mogok akibat penggunaan accu yang diduga berkualitas rendah dan tidak memenuhi standar teknis. Kondisi ini telah memicu tekanan kerja luar biasa bagi para sopir yang harus menanggung risiko di lapangan akibat armada yang tidak layak jalan.

​Salah satu pengemudi yang identitasnya disamarkan, sebut saja Kumbang, mengungkapkan kekecewaannya pada hari minggu (07/06/26). Menurutnya, kualitas accu yang dipasok untuk wilayah Jakarta Selatan jauh di bawah standar yang digunakan oleh wilayah lain di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. “Accu baru saja sudah langsung soak. Berbeda dengan wilayah lain yang menggunakan produk berkualitas. Jika sudah mogok, kami yang harus menanggung risikonya sendiri,” ujar Kumbang. Akibat keterbatasan ini, banyak sopir terpaksa harus melakukan praktik ‘ngompreng’ secara mandiri demi menambal biaya operasional agar truk tetap bisa beroperasi, sebuah kondisi pahit yang menurutnya telah berlangsung selama lima tahun terakhir.

Baca Juga  Misteri Aliran Dana Rp11,1 Miliar di Balik Gugatan Wanprestasi Mantan ASN Kemenkeu

​Di balik keresahan para sopir, ditemukan fakta mengejutkan terkait proses pengadaan barang tahun anggaran 2025. Proyek pengadaan accu tersebut dimenangkan oleh PT Putra Tangguh Perkasa, namun penelusuran lebih dalam mengungkap serangkaian kejanggalan yang mengarah pada dugaan praktik pengadaan fiktif.

Produk accu N-70 dan N-100 yang ditayangkan dalam katalog Inaproc tidak mencantumkan merek, sehingga kredibilitas dan spesifikasi teknisnya sangat meragukan. Selain itu, perusahaan pemenang diduga menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) kategori “Perkakas” yang sama sekali tidak relevan dengan pengadaan suku cadang otomotif.

​Indikasi ketidakberesan semakin nyata saat penelusuran alamat kantor PT Putra Tangguh Perkasa di Gedung Permata Executive Office, Lantai 4, Jalan Casablanca No. 45, Jakarta Selatan, dilakukan. Pihak keamanan gedung secara tegas menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak pernah terdaftar maupun berkantor di alamat yang tercantum. Fakta ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai integritas proses seleksi penyedia barang dan jasa di lingkungan Sudin LH Jakarta Selatan: bagaimana sebuah perusahaan yang kantornya tidak ada dan memiliki kualifikasi usaha yang tidak sesuai, bisa lolos verifikasi dan memenangkan tender pengadaan barang vital untuk kepentingan publik?

Baca Juga  Pemprov DKI Dukung Revitalisasi Pasar Pramuka, Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) Apresiasi Komitmen Keterbukaan

​Hingga saat ini, Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, masih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan para sopir serta dugaan penyimpangan pengadaan yang mengancam efektivitas layanan kebersihan di Jakarta Selatan tersebut. Publik kini menanti ketegasan dari instansi terkait untuk segera mengusut tuntas kejanggalan ini sebelum kerusakan armada semakin meluas dan berdampak lebih buruk(Red).