Markaberita.id | Jakarta, 14 November 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Perumda (PD) Pasar Jaya, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pasar rakyat yang modern, nyaman, dan berdaya saing. Fokus utama saat ini adalah program revitalisasi Pasar Pramuka di Jakarta Timur, yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga.
Langkah ini mendapat sorotan positif, salah satunya dari Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi (MMT), Abidzahid Fadillah, yang mengapresiasi penekanan pada aspek transparansi dan keadilan dalam proses revitalisasi tersebut.
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya, Agus Himawan, menyatakan bahwa proses revitalisasi ini berjalan dengan menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari berbagai pihak.
”Perumda Pasar Jaya telah merespons seluruh aspirasi yang disampaikan, mulai dari beberapa fraksi di DPRD DKI Jakarta, Komisi B, Kemenko Polkam, hingga Ombudsman RI,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (13/11).
Agus menekankan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penerapan prinsip tata kelola yang baik.
Poin Utama Revitalisasi dari PD Pasar Jaya:
- Prinsip Keadilan dan Keterbukaan: Perusahaan berkomitmen menerapkan prinsip keadilan, keterbukaan, dan keberpihakan kepada pedagang.
- Kepastian Hukum: Memberikan kepastian hak pemakaian tempat usaha bagi pedagang dengan opsi perpanjangan masa sewa hingga 20 tahun ke depan.
- Mencari Titik Tengah: Berupaya agar revitalisasi membawa dampak positif bagi semua pihak, terutama pedagang.
- Tujuan Akhir: Mewujudkan Pasar Pramuka yang tertata, higienis, aman, dan nyaman, serta menjadi contoh transformasi pasar tradisional menuju pengelolaan modern tanpa meninggalkan nilai kerakyatan.
Di lain pihak, Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi (MMT), Abidzahid Fadillah, menyambut baik langkah yang diambil PD Pasar Jaya, khususnya penekanan pada kata ‘keterbukaan’ yang disampaikan oleh Dirut Agus Himawan.
”Kami mengapresiasi penuh langkah Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya dalam revitalisasi Pasar Pramuka. Ini adalah langkah maju untuk ekonomi kerakyatan,” ujar Abidzahid.
Ia melanjutkan, “Namun, yang paling krusial bagi kami adalah narasi ‘keterbukaan’ yang digaungkan. Revitalisasi aset publik seperti pasar sangat rentan terhadap praktik yang tidak transparan. Pernyataan komitmen dari Dirut PD Pasar Jaya untuk menerapkan prinsip keadilan dan keterbukaan ini adalah hal yang kami tunggu.”
Menurut Abidzahid, pelibatan Ombudsman dan DPRD, seperti yang disebutkan dalam rilis, adalah bukti awal niat baik tersebut. “Kami dari Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) akan turut mengawal proses ini. Kami berharap ‘keterbukaan’ ini diwujudkan dalam setiap tahapan, mulai dari tender hingga alokasi tempat usaha, sehingga revitalisasi ini benar-benar adil dan tepat sasaran bagi pedagang kecil,” tutupnya.(Red).






