MMT Kecam Tindakan Represif Satpol PP: Jangan Biarkan Arogansi Oknum Coreng Wibawa Gubernur

Megapolitan97 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Organisasi Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) melayangkan kritik tajam terkait dugaan tindakan represif yang dilakukan sejumlah oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap pedagang kecil di sejumlah wilayah DKI Jakarta. MMT menilai pendekatan yang mengedepankan intimidasi dan arogansi tersebut kontraproduktif dan berpotensi merusak citra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di mata masyarakat luas.

​Ketua Umum MMT, Abid Zahid Fadhillah, dalam keterangannya, Senin (25/5/2026), menegaskan bahwa penegakan aturan atau Perda tidak seharusnya melegalkan tindakan kasar, bentakan, maupun perlakuan merendahkan terhadap pedagang kecil yang sedang berjuang mencari nafkah. Menurutnya, penataan kota memang penting, namun tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan sisi kemanusiaan. Abid menekankan bahwa kerja-kerja baik Gubernur yang ingin membangun citra pemerintahan pro-rakyat bisa tercederai oleh segelintir oknum di lapangan yang bertindak seolah paling berkuasa.

Baca Juga  Penyesuaian Tarif Transjakarta: Investasi Keberlanjutan Transportasi di Tengah Upaya Menekan Emisi

​MMT memandang pedagang kecil bukanlah kelompok kriminal yang harus diperlakukan secara kasar. Mereka adalah bagian dari ekosistem ekonomi yang membutuhkan pendekatan persuasif, edukatif, dan manusiawi. Aksi-aksi represif yang belakangan kerap viral di media sosial dikhawatirkan mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen Pemprov DKI dalam menciptakan ekosistem kota yang ramah terhadap masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Abid mengingatkan bahwa negara harus tegas, namun ketegasan tanpa empati hanya akan melahirkan ketakutan dan kemarahan publik.

​Sebagai langkah konkret, MMT mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi internal terhadap anggota Satpol PP yang terbukti bertindak di luar batas profesionalitas dan melanggar kode etik. Selain itu, MMT mendorong adanya pelatihan intensif terkait komunikasi publik dan pendekatan sosial bagi seluruh personel di lapangan agar proses penertiban ke depan tidak menimbulkan trauma maupun konflik sosial yang berkepanjangan.

Baca Juga  Resmikan Taman Bendera Pusaka seluas 5,6 Hektare, Gubernur Pramono Anung: Simbol Jakarta Kota Global yang Inklusif

​MMT berharap Pemprov DKI dapat memastikan seluruh aparat di lapangan mengedepankan etika dan semangat pelayanan publik dalam setiap tugasnya. Hal ini dianggap krusial demi menjaga marwah pemerintahan serta memastikan bahwa ketertiban kota tetap berjalan beriringan dengan perlakuan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Tentang MMT:

Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) adalah organisasi kepemudaan yang fokus pada pengawasan kebijakan publik, transparansi pemerintahan, dan advokasi hak-hak masyarakat kecil di DKI Jakarta.