Tragedi Keselamatan Transjakarta: FK REPNUS Desak Evaluasi Tarif dan Reformasi Standar Operasional

Megapolitan370 Dilihat

MARKABERITA.ID | Jakarta, 24 FEBRUARI 2026 – Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) mengeluarkan pernyataan sikap darurat merespons degradasi kualitas layanan dan keselamatan pada moda transportasi Transjakarta. Ketua Umum FK REPNUS, Faisal Nasution, menegaskan bahwa keselamatan warga Jakarta kini berada di titik kritis akibat kebijakan tarif yang stagnan di tengah tekanan inflasi dan beban operasional yang kian membengkak.

​Faisal Nasution menyoroti rentetan insiden fatal belakangan ini sebagai indikasi nyata adanya penurunan standar perawatan armada dan pengawasan personel yang dipicu oleh keterbatasan finansial:

​Tragedi Koridor 13 (23 Februari 2026): Insiden “adu banteng” di jalur layang yang mengakibatkan puluhan penumpang luka berat menjadi bukti rapuhnya sistem manajemen keselamatan di jalur eksklusif.

Baca Juga  Mas Pram Tegas Bela Palestina: Konsistensi Jakarta Selaras dengan Garis Kepemimpinan Presiden Prabowo

​Krisis Armada Tua: Penghentian operasional puluhan bus gandeng Zhongtong pasca-insiden asap tebal di Halte Pancoran mencerminkan kegagalan dalam menjaga reliabilitas armada yang telah melampaui usia teknis.

​Anomali Statistik 2025: Sepanjang tahun lalu, tercatat berbagai insiden mulai dari bus menabrak fasilitas publik hingga kecelakaan di jalur busway, yang menuntut audit total terhadap kualifikasi pramudi dan kelayakan teknis kendaraan.

​Dilema Tarif Rp3.500: Populis namun Berisiko

​Dalam keterangannya pada Selasa (24/2) di menteng Jakarta Pusat, Faisal Nasution menyatakan bahwa struktur tarif saat ini sudah tidak relevan dengan realita ekonomi global.

​”Kita tidak bisa terus memaksakan tarif Rp3.500 yang telah bertahan selama 22 tahun sejak 2004, sementara variabel ekonomi seperti inflasi, harga suku cadang, dan standar kesejahteraan pramudi telah berubah drastis. Mempertahankan harga murah dengan mengorbankan aspek keselamatan adalah bentuk pengabaian hak asasi warga. Transjakarta membutuhkan kesehatan finansial untuk melakukan peremajaan total dan implementasi teknologi pengamanan berbasis AI,” tegas Faisal Nasution.

Baca Juga  Langkah Nyata Jakarta Wujudkan Kesetaraan Kerja: ​Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Gelar Job Fair & Upskilling Disabilitas 2025, Buka 100 Lowongan dan Perkuat Kompetensi

​Sebagai langkah mitigasi, FK REPNUS mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Manajemen Transjakarta untuk segera mengimplementasikan tiga langkah konkret:

​Restrukturisasi Tarif Berkeadilan: Melakukan kajian penyesuaian tarif yang moderat bagi golongan mampu, dengan tetap mengunci subsidi penuh (PSO) bagi pelajar, lansia, dan warga prasejahtera melalui sistem kartu akses khusus.

​Audit Investigasi Kemitraan: Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh mitra operator untuk memastikan tidak ada pemotongan biaya perawatan (maintenance) demi mengejar margin keuntungan di tengah nilai kontrak yang tergerus inflasi.

​Digitalisasi Pengawasan (Smart Monitoring): Mewajibkan integrasi sensor kelelahan pengemudi (fatigue sensor) dan pemantauan kondisi mesin secara real-time guna mencegah kegagalan teknis sebelum armada meninggalkan pool.

Baca Juga  FPPJ Dukung Ketegasan BP BUMD: Target Investasi dan Dividen BUMD Jakarta Jangan Diturunkan

​FK REPNUS menegaskan bahwa transportasi publik yang ideal tidak hanya diukur dari harga yang murah, melainkan dari kepastian, kenyamanan, dan keselamatan. Tanpa inovasi pada skema pendapatan dan evaluasi tarif, Transjakarta dikhawatirkan akan terjebak dalam siklus kecelakaan berulang yang merugikan publik secara luas.

Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) adalah organisasi pergerakan pemuda strategis yang berfokus pada pengawalan kebijakan publik, sosial, dan pembangunan berkelanjutan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang pro-rakyat.(Red).