Mas Pram Tegas Bela Palestina: Konsistensi Jakarta Selaras dengan Garis Kepemimpinan Presiden Prabowo

Megapolitan277 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 9 Oktober 2025 — Barisan Jakarta (BAJA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Agung, yang menolak kehadiran atlet Israel bertanding di Jakarta. Sikap ini dinilai tidak hanya menunjukkan ketegasan moral seorang kepala daerah, tetapi juga mencerminkan keselarasan dengan arah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto yang secara lantang memperjuangkan kemerdekaan Palestina di forum dunia.

​Dalam pidatonya di KTT Solusi Dua Negara di Markas Besar PBB, 23 September 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia baru akan mengakui Israel setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para pemimpin dunia, sebuah bukti bahwa suara Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo kembali didengar dan disegani di panggung internasional.

Baca Juga  Dinilai Tidak Transparan, Pemilihan Anggota FKDM DKI Jakarta 2026 Tuai Kritik Keras

​“Sikap Mas Pram di Jakarta adalah gema dari semangat yang sama. Beliau menegaskan bahwa dalam kondisi penuh luka di Gaza, kehadiran atlet Israel di Jakarta akan melukai nurani bangsa. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang tegas namun berwibawa,” ungkap pernyataan resmi Barisan Jakarta.

​Menegakkan Martabat Bangsa di Tengah Solidaritas Kemanusiaan

​BAJA menilai, Prabowo Subianto dan Pramono Agung memiliki gaya kepemimpinan yang sama-sama menjunjung tinggi nilai kebangsaan, solidaritas, dan keberanian moral. Jika Presiden Prabowo memperjuangkan Palestina di forum dunia, maka Mas Pram menegakkan martabat bangsa di tanah sendiri — memastikan Jakarta tidak menjadi tempat yang abai terhadap penderitaan kemanusiaan.

Baca Juga  Pencabutan Dukungan Bang Zaki Didalangi Kepentingan Kursi Ketua Golkar Jakarta Timur, Kata Mantan Ketua PK Jatinegara

​Langkah tersebut merupakan kilas balik sejarah Bung Karno, yang pada tahun 1962 menolak atlet Israel tampil di Asian Games dan memboikot kualifikasi Piala Dunia 1958 sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Kala itu, Bung Karno dengan tegas berkata:

​“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang Palestina, maka selama itu bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

 

​Kini, semangat itu hidup kembali. Melalui kepemimpinan Presiden Prabowo di tingkat nasional dan Gubernur Pram di Jakarta, Indonesia menunjukkan bahwa politik luar negeri bebas aktif bukan hanya slogan, melainkan sikap moral yang berpijak pada kemanusiaan.

​Seruan Dukungan

​Barisan Jakarta (BAJA) menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu mendukung sikap pemerintah, menjaga nama baik Jakarta, dan memperkuat solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga  Operasional Kapal Dihentikan Akibat Cuaca Buruk, FPPJ Desak Dishub DKI Siapkan Solusi Alternatif untuk Kepulauan Seribu

​“Kepemimpinan nasional dan daerah sedang berada dalam satu garis sejarah — garis yang diwariskan oleh Bung Karno, diperjuangkan oleh Presiden Prabowo, dan diteruskan dengan penuh integritas oleh Mas Pram,” tutup pernyataan BAJA.(Red).