Markaberita.id| Jakarta, 12 Januari 2026 – Sebuah video viral yang diunggah akun media sosial @wahidgo90 menjadi perhatian publik setelah memperlihatkan seorang penyandang disabilitas tunanetra mengalami kecelakaan kecil di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, pada Minggu (11/1/2026).
Insiden yang terjadi di sekitar Halte Transjakarta PLN Bulungan tersebut memicu kritik tajam terhadap kualitas pelayanan petugas Transjakarta Care yang dinilai lalai dalam memberikan asistensi penuh kepada pelanggan berkebutuhan khusus.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan dalam video, peristiwa bermula saat korban turun dari armada layanan Transjakarta Care. Berikut adalah poin-poin penting kejadian tersebut:
- Permintaan Bantuan Diabaikan: Penumpang telah meminta bantuan petugas untuk diantarkan hingga ke pintu keluar atau titik yang aman.
- Instruksi Verbal Saja: Alih-alih mendampingi secara fisik, petugas dilaporkan hanya memberikan instruksi verbal agar korban berjalan lurus mengikuti arah jalan.
- Terperosok ke Saluran Air: Akibat kurangnya pengawasan dan pendampingan di area infrastruktur yang tidak ramah disabilitas, korban terjatuh ke dalam lubang got besar di area PLN Bulungan.
Perekam video dan pemilik akun @wahidgo90 menyatakan kekecewaan mendalam terhadap PT Transjakarta ( @infotije ). Mereka menekankan bahwa fungsi utama Transjakarta Care adalah memberikan layanan “door-to-door” atau setidaknya memastikan keamanan mobilitas hingga titik aman bagi penyandang disabilitas.
”Mohon untuk pihak PT Transjakarta agar memperbaiki dan meningkatkan standar pelayanannya, khususnya Transjakarta Care. Anda melayani pelanggan dengan kebutuhan khusus yang berbeda-beda—baik penglihatan, pendengaran, maupun pemahaman mobilitas,” tulis @wahidgo90 dalam unggahannya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengelola transportasi publik mengenai dua hal utama:
- Standar Operasional Prosedur (SOP): Petugas Transjakarta Care wajib memberikan asistensi penuh hingga penumpang benar-benar berada di posisi aman.
- Aksesibilitas Lingkungan: Keberadaan saluran air terbuka (got besar) di sekitar area transit menjadi ancaman nyata bagi keselamatan penyandang tunanetra.
Hingga saat ini, publik menunggu tanggapan resmi dan langkah konkret dari pihak manajemen Transjakarta untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Red).





