KAKI Desak Kejagung Fokus Usut Korupsi Jumbo PT CMNP, Ingatkan KPK Jangan Hambat Kinerja APH Lain Melalui OTT ‘Berita Besar’

Hukum, Nasional275 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 22 Desember 2025 – Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap teguh dan tidak terdistraksi dalam membongkar kasus-kasus korupsi bernilai fantastis (jumbo). Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah dugaan korupsi pada PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) terkait perpanjangan konsesi ruas Jalan Tol Cawang – Tanjung Priuk – Ancol – Pluit.

​Ketua Umum KAKI, Arifin Nur Cahyono, menegaskan bahwa fokus Kejagung dalam memulihkan keuangan negara tidak boleh goyah, meski saat ini institusi Korps Adhyaksa tersebut tengah mendapat sorotan akibat rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah oknum jaksa.

Baca Juga  Padepokan Hukum Indonesia Laporkan Tiga Anggota DPR ke MKD

​Meski mengapresiasi langkah KPK dalam melakukan bersih-bersih di tubuh Aparat Penegak Hukum (APH), Arifin mengingatkan agar KPK tidak hanya mengejar “berita besar” tanpa memberikan dampak signifikan pada pemulihan keuangan negara.

​”KAKI mengapresiasi KPK dalam memberantas korupsi yang melibatkan APH. Namun, seharusnya pemberantasan korupsi juga memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan keuangan negara, bukan sekadar mencari panggung berita,” tegas Arifin dalam keterangannya, Senin (22/12).

​Arifin juga menyoroti kredibilitas internal KPK yang sempat tercoreng oleh kasus hukum mantan pimpinannya. “Jangan sampai publik melihat KPK kehilangan orientasi strategis. Banyak perkara besar yang masih menggantung, sementara fokus dialihkan pada kasus-kasus baru yang secara nominal keuangan tidak besar namun mendapat sorotan karena melibatkan aparat,” tambahnya.

Baca Juga  Cegah Tawuran, Polsek Johar Baru Gelar Patroli Malam dan Lakukan Cek Body

​Lebih lanjut, KAKI membandingkan kinerja Kejaksaan Agung yang dinilai berhasil melakukan reformasi internal dan memberikan kontribusi nyata bagi negara.

  • ​Pemulihan Keuangan Negara: Kejaksaan dinilai sukses membantu penerimaan negara bukan pajak hingga triliunan rupiah melalui penanganan kasus-kasus besar.
  • ​Reformasi Birokrasi: Hasil kerja nyata Kejagung dalam memberikan dampak ekonomi bagi negara dianggap sebagai standar yang harus diikuti oleh lembaga penegak hukum lain.

​Terkait OTT yang melibatkan oknum jaksa di Banten, Bekasi, dan Kalimantan Selatan dalam sepekan terakhir, KAKI meminta KPK untuk mengedepankan sinergi antarlembaga daripada menciptakan narasi yang seolah-olah mengerdilkan kinerja Kejagung secara keseluruhan.

​”Jangan sampai aksi OTT ini mengaburkan fokus publik atas penyidikan korupsi jumbo yang sedang berjalan di Kejagung. Kami meminta KPK bersinergi membantu Kejagung memberantas kasus korupsi kelas kakap yang menjadi perhatian luas masyarakat,” ujar Arifin.

Baca Juga  Rahasia Peninggalan Aset Nusantara: Membaca Kembali Harta Karun Yang Tak Ternilai

​Menutup pernyataannya, KAKI mendesak Jaksa Agung beserta jajaran untuk tetap tegar. “Kami mendesak Kejagung tetap kuat dan tidak terpengaruh oleh dinamika yang ada. Usut tuntas dugaan korupsi konsesi jalan tol PT CMNP demi keadilan dan penyelamatan aset negara,” pungkasnya.(Red).