Center for Budget Analysis (CBA) Desak Presiden dan Kapolri Lakukan Pembersihan Menyeluruh Internal Polri

Nasional, TNI -POLRI781 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 9 Desember 2025 – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera melakukan pembersihan internal secara menyeluruh guna menghilangkan oknum-oknum yang dinilai merusak citra dan integritas institusi. Desakan ini disampaikan menanggapi hasil survei yang menunjukkan kinerja Polri masih jauh di bawah harapan publik.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menekankan pentingnya langkah ini. “Polri harus bersih-bersih dari sampah dan oknum di dalam tubuhnya yang melakukan tindakan tidak terpuji dan merusak kepercayaan masyarakat,” ujar Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu (9/12/2025).

​Pernyataan CBA ini didasarkan pada hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan dan kinerja Polri masih rendah, yakni sebesar 45,9 persen, di bawah angka 50 persen. Angka ini mengindikasikan adanya kelemahan signifikan yang perlu diperbaiki dalam sistem dan operasional Polri.

Baca Juga  Proyek K-SIGN Rote Ndao Rp1,6 Triliun Sarat Kejanggalan, CBA Desak Audit Ketat KKP

​CBA menyoroti beberapa isu krusial yang menjadi sorotan publik dan merusak citra institusi, antara lain:

  • ​Dugaan bekingan judi online.
  • ​Pelibatan dalam kartel narkoba.
  • ​Tindakan pemerasan.
  • ​Represifitas terhadap mahasiswa dalam menangani aksi demonstrasi.

​”Reformasi Polri harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek penegakan hukum dan pelayanan publik. Polri harus menjadi institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya,” tambah Uchok Sky Khadafi.

​Menurut CBA, upaya yang telah dilakukan, seperti pembentukan Tim Reformasi Polri, dinilai kurang efektif dalam meningkatkan kinerja. “Pembentukan tim reformasi Polri belum menunjukkan hasil yang signifikan. Kami masih melihat banyak kelemahan dalam sistem dan struktur Polri,” kata Uchok.

Baca Juga  MUI Dorong Pemerintah Adopsi Ketegasan Rusia Terhadap Gerakan LGBT

​Terkait upaya peningkatan kinerja, survei CBA juga memetakan preferensi publik mengenai posisi kelembagaan Polri:

  • ​Mayoritas responden (32,3 persen) ingin Polri tetap berada di bawah Presiden.
  • ​Sebagian mengusulkan agar Polri berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM (19,7 persen).
  • ​Sebagian lainnya mengusulkan di bawah Kementerian Pertahanan (11,6 persen).

​Menyikapi hal ini, CBA meminta Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera melakukan evaluasi kinerja secara komprehensif.

​”Kami meminta Presiden dan Kapolri untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja Polri,” tegas Uchok Sky Khadafi.

​CBA berharap agar Polri dapat bertransformasi menjadi institusi yang lebih profesional, bersih, dan transparan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepercayaan publik dan menjadikan Polri sebagai lembaga yang efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga  IPW Desak Polres Jakbar Tahan Oknum Pengacara Diduga Tipu Klien

​”CBA berharap agar Polri dapat menjadi institusi yang lebih profesional, bersih, dan transparan dalam menjalankan tugasnya, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik dan menjadi lembaga yang lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Uchok Sky Khadafi.(Red).