Markaberita.id | Jakarta, 19 November 2025 – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja positif yang konsisten ditunjukkan oleh Perumda Sarana Jaya di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Andira Reoputra.
Ketua FPPJ, Endriansyah (Rian), menyoroti peran vital Perumda Sarana Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus menyediakan fasilitas hunian terjangkau bagi masyarakat Ibu Kota.
“Perumda Sarana Jaya adalah BUMD yang menyediakan fasilitas hunian dengan harga terjangkau. Bahkan, masyarakat bisa memiliki hunian seperti di Menara Samawa Pondok Kelapa, Menara Kanaya, dan Menara Ayasa tanpa perlu membayar DP (Down Payment/Uang Muka),” jelas Rian, menekankan komitmen sosial perusahaan.
Rian secara khusus memuji keberhasilan Sarana Jaya dalam membalikkan kondisi keuangan perusahaan.
Sejak Andira Reoputra menjabat Dirut pada tahun 2023, perusahaan yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar Rp98 miliar berhasil bangkit dan diprediksi akan mencetak laba signifikan pada periode 2024–2025, diperkirakan mencapai Rp27 hingga Rp33 miliar.
Pencapaian luar biasa ini didukung oleh strategi kinerja yang efisien dan efektif, serta upaya membangun citra dan kepercayaan publik agar produk properti Sarana Jaya mampu bersaing dengan pengembang besar di Jakarta.
Langkah Strategis Sarana Jaya Meliputi:
- Pengembangan Bisnis Komersial: Meluncurkan brand properti komersial baru, yaitu Warna Fine Living dan Annora Fine Living.
- Diversifikasi Usaha: Melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan produk cat bermerek “Jaya Paint”.
Terkait prestasi perusahaan dalam Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Rian berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh insan Perumda Sarana Jaya untuk terus berkarya dan berkinerja unggul.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata kepedulian Sarana Jaya terhadap produk dalam negeri, bukan sekadar omon-omon (wacana),” tegas Rian.
Ia menambahkan harapannya agar Perumda Sarana Jaya dapat menjadi contoh dan teladan bagi BUMD lainnya, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia, dalam hal kinerja keuangan yang sehat dan inovasi yang berkelanjutan.(Red).






