30 Pasar Jakarta Menuju Era Digital, FPPJ: Terobosan Modernisasi Ekonomi Rakyat

Ekonomi, Megapolitan432 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 6 Oktober 2025 – Langkah ambisius Perumda Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendigitalisasi 30 pasar tradisional sepanjang tahun 2025 mendapat sambutan hangat. Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) memberikan apresiasi tinggi, menyebut program ini sebagai katalis modernisasi yang memperkuat ekonomi kerakyatan.

​Digitalisasi: Pilar Utama Pasar Tangguh Jakarta

​Ketua Umum FPPJ, Endriyansah (Ryan), menilai inisiatif ini sebagai terobosan vital yang memastikan pasar tradisional Jakarta tidak hanya bertahan, tetapi juga adaptif di tengah perkembangan teknologi.

​“Di tahun ini, Pasar Jaya menambah 30 pasar lagi untuk digitalisasi. Sekitar 20 pasar sudah berjalan, sisanya hampir selesai. Digitalisasi pasar bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membangun masa depan ekonomi rakyat Jakarta yang tangguh dan adaptif,” ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/10/2025).

Baca Juga  VRITIMES Umumkan Kerjasama Strategis dengan Warta6.icu, TeropongUtara.com, SubulussalamNews.com, dan DetikUpdate.com

​Program modernisasi ini mencakup dua aspek utama:

  1. ​Kemudahan Transaksi: Adopsi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS dan sistem pengelolaan berbasis aplikasi, menjadikan transaksi di pasar lebih mudah, aman, dan transparan.
  2. ​Perbaikan Fasilitas Fisik: Perumda Pasar Jaya juga fokus pada pembenahan fasilitas publik, seperti pengecatan ulang, perbaikan area parkir dan toilet, serta penataan kios yang lebih rapi, dilengkapi dengan pengelolaan sampah terintegrasi.

​Solusi Sampah Mandiri: Mendukung Jakarta Berkelanjutan

​FPPJ secara khusus menggarisbawahi upaya inovatif Pasar Jaya dalam mengembangkan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pasar. Pasar di Jakarta diperkirakan menghasilkan hingga 500 ton sampah setiap hari. Sistem baru ini diharapkan mampu mengolah sampah langsung di sumbernya.

Baca Juga  Janji Kolaborasi BUMD Food Station dan Realitas Pukulan Telak di KKMP Kalianyar

​”Sistem pengelolaan sampah di pasar yang memungkinkan sampah langsung diproses tanpa harus dibawa ke Bantar Gebang ini tentu semakin baik. Ini adalah langkah konkret sekaligus mendukung kota Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Ryan.

​Harapan Kaum Muda: Pasar sebagai Model Ekonomi Modern

​Ryan menambahkan, kaum muda Jakarta memiliki harapan besar bahwa transformasi pasar tradisional ini akan menjadi model ekonomi kerakyatan yang modern. Harapannya, langkah ini akan memperkuat daya saing pedagang kecil dan meningkatkan kenyamanan warga saat berbelanja.

​“Kami berharap ke depan, setiap pasar di Jakarta bisa menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, nyaman, dan modern, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal,” tutupnya.

Baca Juga  Gen Z Kena Blacklist Gara-gara Kerja Seenaknya, Padahal Bisa Jadi Inovator Bisnis

​Program digitalisasi 30 pasar ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pasar tradisional di Ibu Kota untuk bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai inklusif dan kerakyatan.(Red).