Niat Hati Mau Modern, IT BPD Jambi Malah Ambruk: Nasabah Ribet, OJK Ke Mana?

Hukum, Nasional146 Dilihat

​Jambi, Markaberita.com — Mau transaksi tapi gagal terus? Mulai dari mobile banking error, gak bisa transfer, saldo gak muncul, sampai ATM yang masih kena blokir bikin riweh. Masalah klasik tapi bikin emosi ini lagi-lagi dialami sama nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi.

​Di saat gaya hidup udah serba cashless dan serba cepat, sistem digital bank daerah ini justru down total. Situasi ini langsung disorot tajam oleh Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, dalam keterangannya pada Selasa (25/08/26).

​“Visi Bank BPD Jambi di laporan tahunannya yang sesumbar mau jadi bank dengan teknologi informasi paling andal dan inovatif itu terbukti cuma omong kosong. Gagal total dan gak ‘nyala’ di hadapan nasabah,” sindir Uchok.

​CBA ngebongkar kejanggalan di balik layar. Alih-alih makin canggih setelah bikin struktur jabatan baru khusus bidang Treasury, Fund, IT, dan Digital pada tahun 2025 lalu, sistem IT BPD Jambi malah ambruk dan gak bisa diakses sama sekali masuk tahun 2026 ini.

Baca Juga  Babak baru Kemenkeu: Suahasil Nazara officially naik jadi Menteri Keuangan

​Alih-alih bawa upgrade positif, restrukturisasi itu justru keliatan kayak salah urus yang bikin dirugikan secara nyata. Nasabah yang butuh kepraktisan perbankan digital malah kena imbas paling parah akibat sistem yang bobrok.

​Melihat kerugian dan drama digital yang bikin pusing ini, CBA mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buat gak pura-pura budeg atau masa bodoh. OJK dituntut langsung turun tangan dan kasih teguran keras ke Direktur Utama BPD Jambi, H. Khairul Suhairi.

​“Kasus-kasus yang ngerugiin nasabah kayak gini harusnya di-handle cepat. Jangan sampai pengawasan melemah cuma karena asyik sendiri, sementara nasabah buntung,” tegas Uchok.(red).