Layanan Mobile Banking Error & ATM Diblokir, Tapi Bonus Petinggi BPD Jambi Malah Naik? CBA Buka Suara!

Daerah, Hukum121 Dilihat

​JAMBI, Markaberita.com — Lagi asyik-asyiknya mau transfer uang atau cek saldo, eh aplikasi mobile banking malah error dan loading mulu. Situasi bikin gregetan ini sempat dialami nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi akibat gangguan sistem layanan digital.

​Masalahnya jadi makin pelik karena di saat layanan perbankan basic kayak gini amburadul dan dikeluhkan publik, jajaran petinggi BPD Jambi justru kedapatan mendapat kenaikan gaji, tunjangan, dan bonus yang fantastis. Duh, gimana sih?

​Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, langsung pasang badan buat nge-kritik ketimpangan ini. Menurutnya, manajemen bank pelat merah ini terkesan “terlena” dengan fasilitas mewah, sementara performa layanan ke nasabah justru jeblok.

​“Manajemen top Bank BPD Jambi terlena dengan gaji dan tunjangan bonus yang tinggi. Yang paling mengesalkan, dari 2024 ke 2025 justru mengalami kenaikan, padahal kinerjanya nggak sejalan,” sentil Uchok saat dihubungi, Rabu (19/8/2026).

​Berdasarkan data yang dikantongi CBA, alokasi bujet buat para petinggi BPD Jambi—mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Dewan Pengawas Syariah, sampai Sekretaris Perusahaan—mengalami lonjakan yang nggak main-main:

  • ​Total Remunerasi Pengurus: Tahun 2024 di angka Rp25,9 miliar, tapi di tahun 2025 naik Rp2,1 miliar jadi Rp28,1 miliar.
  • ​Dewan Komisaris: Buat 4 orang anggota dewan komisaris aja, remunerasi mereka melompat dari Rp7,9 miliar (2024) jadi Rp9,2 miliar (2025). Artinya, ada kenaikan sekitar Rp1,3 miliar.
Baca Juga  Jelang Ramadhan PT Pertamina Fiald Bersinergi Dengan Polres PALI Menggelar Giat Baksos Kepada Masyarakat Desa Talang Akar

​Flexing anggaran kayak gini tentu bikin publik geleng-geleng kepala, terutama kalau dibandingkan langsung sama pengalaman nasabah di lapangan.

​Sepanjang gelombang gangguan layanan, nasabah harus dihadapkan sama rentetan kendala yang bikin aktivitas finansial lumpuh:

  1. ​Aplikasi mobile banking mendadak down dan nggak bisa dibuka.
  2. ​Susah banget buat sekadar login masuk akun sendiri.
  3. ​Transaksi transfer sering banget pending atau berujung gagal.
  4. ​Fitur cek saldo error ditambah akses ATM yang masih diblokir.

​Bagi generasi yang serba digital, masalah m-banking mati sedetik aja udah bikin panik, apalagi kalau kejadiannya berhari-hari. Uchok menegaskan, urusan digitalisasi dan kenyamanan transaksi nasabah harusnya jadi top priority, bukan malah diabaikan sementara bonus petunjuknya terus dikasih lampu hijau.

Baca Juga  PAMSIMAS KAMPUNG KELENDER DISOROT! PAPAN INFORMASI TAK TERPASANG, TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN!

​CBA pun mendesak pihak BPD Jambi buat transparan soal indikator penilaian kinerja mereka. Kalau servis ke nasabah masih sering zonk, wajar dong kalau publik nanya: dasar penilaian bonusnya pakai rumus apa, sih?(red).