Mas Pram Pede Abis! Obligasi Rp 3,5 T Jakarta Dipastikan Ludes Dibayar Sebelum Tenure Habis

Ekonomi, Megapolitan131 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – ​Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lagi ancang-ancang buat nerbitin obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun di tahun 2027 nanti. Rencana ini langsung jadi sorotan setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pasang badan dan optimis kalau utang daerah ini bakal beres dibayar tepat waktu—bahkan aman buat kepemimpinan gubernur-gubernur selanjutnya.

​Gimana cerita lengkapnya? Yuk, intip rangkumannya!

​Mas Pram (sapaan akrab Pramono Anung) dengan santai bilang kalau angka Rp 3,5 triliun itu masih sangat wajar dan bukan hambatan buat kantong Pemprov DKI.

​“Yang pertama saya jawab obligasi dulu. Sebenarnya obligasi Rp 3,5 triliun bagi Jakarta itu bukan sesuatu hambatan. Dan pasti Jakarta akan bisa menyelesaikan dengan baik siapapun yang akan menjadi gubernur di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.

​Rencana penerbitan obligasi ini ternyata juga udah dapet lampu hijau dari Kemenko Perekonomian, gengs! Meskipun udah disetujui, Mas Pram tetap menghormati masukan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berencana buat diskusi langsung sama Mendagri dalam waktu dekat.

Baca Juga  Kekosongan Dirum PDAM Tirta Bhagasasi Selama Dua Tahun, Jadi Sorotan Publik

​Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat ngasih wanti-wanti alias pengingat buat Pemprov DKI. Pasalnya, obligasi pada dasarnya adalah bentuk utang. Mendagri Tito menekankan pentingnya ngitung kekuatan fiskal daerah secara matang supaya nggak jadi beban finansial buat pemimpin DKI di masa depan.

​“Obligasi itu sama saja dengan berutang, kan. APBD-nya mampu tidak untuk membayar utang itu? Jangan sampai menjadi beban bagi kepala daerah berikutnya. Kalau tidak punya kemampuan membayar kan repot,” ungkap Tito di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin 27 Juli 2026.

​Buat kalian warga Jakarta atau yang concern sama keuangan ibu kota, isu ini pastinya bakal terus dikawal. Di satu sisi, dana segar Rp 3,5 triliun ini diproyeksikan buat ngebut pembangunan. Tapi di sisi lain, pengingat dari Mendagri jadi reality check penting biar tata kelola APBD kita tetap sehat tanpa ninggalin beban utang di masa depan.

Baca Juga  Hotel Indonesia Group (HIG) Melakukan Soft Opening Yulia Hotel Gorontalo

​Kira-kira, setuju nggak nih kalau Jakarta nerbitin obligasi demi percepatan pembangunan?.(red).