Jakarta, Markaberita.com – Mau tahu gimana cara Pemprov Jakarta bikin keuangan kota makin glowing sekaligus ngebut bangun fasilitas umum? Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi ngumumin bakal menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun pada tahun 2027 mendatang!
Langkah ini diambil langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai strategi creative financing di tengah tantangan pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
”Kenapa dengan APBD Jakarta yang kurang lebih sekarang ini Rp 81 triliun obligasinya hanya Rp 3,5 triliun? Saya menjawabnya sederhana saja. Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya enggak perlu pinjam, tetapi tetap meminjam, itu karena untuk membuat badannya lebih sehat,” ungkap Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Bukan buat hal-hal yang enggak jelas, dana segar dari obligasi berdurasi tenor tujuh tahun ini bakal langsung dialokasikan buat proyek-proyek prioritas yang bersentuhan langsung sama kebutuhan harian warga, mulai dari perpanjangan rute LRT Jakarta untuk jalur Manggarai-Dukuh Atas biar mobilitas makin sat-set, pembangunan rumah sakit dan unit sekolah baru, hingga pembuatan embung dan polder buat antisipasi banjir.
Penerbitan obligasi daerah ini murni strategi finansial buat menjaga kesehatan fiskal daerah dan memperluas instrumen pembiayaan. Apalagi, Jakarta bakal jadi pelopor alias daerah pertama di Indonesia yang memiliki obligasi daerah sendiri! Jadi, keuangan daerah tetap stabil, pembangunan pun makin ngebut tanpa hambatan.(red).







