JAKARTA, markaberita.com – Pemerintah menanggapi serius aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung pada Jumat (12/6), khususnya terkait sorotan terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto sejak awal masa jabatannya justru berfokus pada penguatan efisiensi dan menciptakan belanja negara yang tepat sasaran guna menghentikan praktik pemborosan.
“Mengenai tuntutan mahasiswa terkait pemborosan APBN, langkah konkret yang sudah dilakukan Presiden Prabowo adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor yang tidak mendesak dan tidak esensial,” ujar Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Qodari memaparkan bahwa melalui kebijakan efisiensi di berbagai pos belanja negara, pemerintah telah berhasil melakukan penghematan anggaran yang signifikan, yakni mencapai kurang lebih Rp300 triliun. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana publik benar-benar terserap untuk program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Selain efisiensi belanja, Qodari juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo dalam memangkas kebocoran anggaran yang selama ini dianggap merugikan negara. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan Danantara sebagai instrumen penguatan tata kelola aset dan kekayaan negara.
“Terkait masalah kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Beliau berkomitmen penuh melawan kebocoran anggaran. Oleh karena itu, langkah ini tentu membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk teman-teman mahasiswa,” tegasnya.
Meski pemerintah telah mengambil langkah-langkah efisiensi, Qodari menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Menurutnya, unjuk rasa merupakan bagian integral dari sistem demokrasi yang sehat.
“Tuntutan dari mahasiswa sangat wajar dan menjadi bagian dari proses demokrasi. Pemerintah sangat terbuka dan siap mendengarkan masukan serta saran dari berbagai kelompok masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa,” tutupnya.(Red).






