Viral, Unggahan Sejumlah Media Kampus Terkait Pride Month Picu Perdebatan Publik

Nasional86 Dilihat

​JAKARTA, markaberita.com – Sejumlah unggahan media kampus di Indonesia belakangan ini menjadi sorotan tajam dan memicu perdebatan sengit di media sosial. Hal ini menyusul konten yang mengangkat tema Pride Month atau bulan kebanggaan bagi komunitas LGBTQ+ yang dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila.

​Pantauan di platform media sosial menunjukkan ketegangan opini di kalangan warganet. Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan dari media mahasiswa yang mengangkat judul “Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan” serta konten lain yang membahas tentang ruang aman bagi komunitas queer.

​Unggahan tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian warganet mengungkapkan kekhawatiran dan ketidaksetujuan mereka terhadap langkah media kampus tersebut.

Baca Juga  Update Darurat Kemanusiaan di Sumatera: 867 Jiwa Gugur Akibat Bencana, Lebih dari 835 Ribu Warga Mengungsi

​Salah satu akun media sosial, betty2886, secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap keterlibatan media kampus dari universitas ternama dalam isu ini. “Unair dan UI, amit-amit ih. Awas aja IPB ada beginian,” tulis akun tersebut dalam cuitannya.

​Pandangan serupa juga disampaikan oleh akun afdriansyahlaode. Ia mengkritik langkah tersebut dengan mengaitkannya pada sila pertama Pancasila. Ia mengaku tidak menyangka bahwa isu ini diangkat oleh media di lingkungan kampus-kampus besar di Indonesia. “Bagaimana kalo kalian renungin sila pertama dulu? Jujur gak nyangka bakal sampe di tahap kampus-kampus besar Indonesia ikutan mendukung,” ungkapnya.

​Di sisi lain, media mahasiswa yang bersangkutan melalui kontennya mencoba menyoroti isu tersebut dari perspektif kemanusiaan. Dalam salah satu unggahannya, media mahasiswa tersebut mengajukan pertanyaan kritis: “Pancasila: Apakah Amalanmu Bersyarat?”

Baca Juga  JAM-Pidum Hadir Sebagai Narasumber Seminar Nasional Membahas Perspektif KUHP 2023 Terkait Hukuman Mati

​Dalam narasi yang dibangun, mereka menyinggung mengenai Hari Lahir Pancasila yang jatuh di bulan Juni, yang bertepatan dengan Pride Month. Media tersebut mempertanyakan implementasi sila “Kemanusiaan yang adil dan beradab” di tengah masih adanya tindakan persekusi terhadap komunitas LGBTQ+ di Indonesia. Mereka menyoroti minimnya perlindungan hukum dan psikologis bagi kelompok tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, perdebatan masih terus berlangsung di kolom komentar berbagai unggahan tersebut. Isu ini kembali membuka diskusi publik mengenai batas-batas kebebasan berekspresi di lingkungan kampus, interpretasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, serta penerimaan masyarakat terhadap isu-isu terkait komunitas LGBTQ+.

​Pihak universitas terkait hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai polemik yang melibatkan media mahasiswa di lingkungan kampus mereka.(Red).

Baca Juga