PPMJ Bangun Sinergi Strategis Bersama Pemprov DKI dan Sumbar, Perkuat Wajah Jakarta Sebagai Kota Global Berbudaya

​JAKARTA, Markaberita.com – Poros Pemuda Minang Jakarta (PPMJ) sukses menggelar forum diskusi strategis bertajuk “Ota Lapau” di Balai Kesenian Jakarta Pusat, Kamis (07/05). Forum ini menjadi wadah konsolidasi antara pemuda perantauan dengan pemangku kebijakan dari dua provinsi untuk menegaskan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global harus berpijak pada pelestarian nilai-nilai kebudayaan nusantara.

​Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya ruang kolaborasi inklusif bagi pemuda perantauan dalam membangun peradaban kota yang modern, tanpa mengesampingkan aspek etika dan adat istiadat.

​Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, dalam paparannya menekankan bahwa status Jakarta sebagai kota global merupakan tantangan sekaligus peluang untuk menonjolkan identitas nasional.

​”Visi Jakarta sebagai kota global tidak boleh mencabut akar budaya kita. Pemprov DKI berkomitmen penuh menyediakan fasilitas pendukung bagi komunitas daerah agar dapat berekspresi secara maksimal,” ujarnya.

​Ia menambahkan bahwa aksesibilitas fasilitas kesenian di seluruh penjuru Jakarta kini terbuka lebar guna memperkuat ketahanan budaya. Sinergi dengan Badan Penghubung Sumbar dinilai sebagai pintu masuk strategis bagi kolaborasi lintas provinsi yang lebih solid.

Baca Juga  KSO Gas Bumi 2008-2024 Disidik Kejari, Potensi Keterlibatan Kepala Daerah dan Mantan Legislator Menguat

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penghubung Sumatera Barat, Fauzan Zainoen, menegaskan peran lembaganya sebagai fasilitator utama bagi kaum muda Minang di ibu kota.

​”Kami siap berdiri di garda terdepan untuk menjembatani aspirasi program PPMJ. Tujuannya jelas, agar setiap inisiatif pemuda selaras dan dapat diimplementasikan secara konkret bersama program kerja Pemprov DKI Jakarta,” tegas Fauzan.

​Sementara itu, Kabid Kemitraan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Galih Hutana Putra, menyebut mahasiswa dan pemuda perantauan sebagai ‘mesin penggerak’ kebudayaan kota. Menurutnya, partisipasi aktif PPMJ dalam agenda kebudayaan akan menjadi nilai tambah bagi Jakarta di kancah internasional.

​”Dukungan PPMJ sangat kami butuhkan untuk memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang kaya akan keragaman budaya,” ungkap Galih.

​Menutup diskusi, Sekjen PPMJ, Abid Zahid, menyatakan bahwa Poros Pemuda Minang Jakarta telah bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah yang siap terjun langsung ke lapangan.

​”Dengan dukungan dari Badan Penghubung Sumbar, kami berkomitmen menjalankan program-program yang sustainable (berkelanjutan). Potensi mahasiswa dan pemuda Minang harus terwadahi secara profesional agar memberikan dampak luas bagi pembangunan Jakarta,” jelas Abid.

​Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa kemajuan infrastruktur Jakarta harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai lokal. Sebagai tindak lanjut, PPMJ, Pemprov DKI, dan Pemprov Sumbar akan melakukan kerja sama taktis, terutama dalam optimalisasi ruang publik sebagai pusat kreativitas dan akulturasi budaya nusantara di jantung ibu kota.(MB/Red).

Baca Juga  Red Flag! Proyek Internet Kominfotik DKI Rp315 Miliar Diduga Langgar Aturan, CBA Spill dan Desak Kejati Turun Tangan