Soroti ‘Bad Actors’, Investor Global Tantang Regulator RI Tindak Saham ‘Grup Binaan’ Politik

Ekonomi, Nasional32 Dilihat

​MARKABERITA.COM, JAKARTA – Keputusan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market—sejajar dengan negara seperti Zimbabwe dan Argentina—memicu keprihatinan serius di kalangan investor internasional.

​Dalam pertemuan tertutup yang digelar oleh UBS Group pada Selasa (20/10) dan dihadiri lebih dari 100 investor global, Managing Director MSCI, Raman Aylur Subramanian, menegaskan bahwa masalah utama Indonesia bukan terletak pada kalkulasi indeks, melainkan pada kondisi riil pasar yang dinilai meragukan.

​Subramanian menyoroti perlunya reformasi mendasar untuk membersihkan pasar modal dari “bad actors” atau pihak-pihak yang merusak tata kelola. Sejak awal 2026, MSCI telah memberikan perhatian khusus terhadap maraknya manipulasi perdagangan saham melalui praktik transaksi terkoordinasi.

Baca Juga  Tips agar Rumah Terhindar dari Debu Kemarau

​Menurut MSCI, pembenahan tidak cukup hanya dengan menerbitkan aturan baru di atas kertas. Otoritas pasar modal Indonesia dituntut membuktikan kemampuannya dalam melakukan pengawasan yang efektif serta penegakan hukum yang konsisten di lapangan.

​Keberanian Menindak Konglomerasi Berpengaruh

​Kritik tajam turut disampaikan oleh Managing Partner Carthage Capital, Stephen Wu. Ia menilai masalah mendasar pasar modal Indonesia bukanlah kurangnya regulasi, melainkan maraknya praktik manipulasi harga yang dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas.

​”Memperbaikinya tepat waktu mungkin masih bisa, tetapi amat menantang. Indonesia tidak bisa sekadar menyelesaikan masalah ini dengan membuat aturan, melainkan harus menunjukkan perubahan nyata,” ujar Wu.

 

​Wu secara khusus menantang keberanian regulator Indonesia untuk melakukan penegakan aturan secara adil dan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap entitas bisnis serta konglomerasi yang memiliki kedekatan politik dengan pemerintahan.

Baca Juga  Miliki bagian dari Dubai: Berinvestasilah untuk masa depan Anda

​Bagi para investor global, keberanian menindak emiten-emiten ‘grup binaan’ atau grup yang memilik keterikatan politik menjadi tolok ukur utama apakah Indonesia serius membenahi pasar modalnya atau justru bersiap kehilangan kepercayaan pasar internasional.(red).