Proyek SDN Karyamulya IV Rp984 Juta Disorot, Dinas Terkait Jangan Lembek! Dugaan Konstruksi Bermasalah Harus Diperiksa

Daerah8 Dilihat

KARAWANG ||Markaberita.com-Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Karyamulya IV, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, yang dibiayai APBN sebesar Rp. 984.993.000, menuai sorotan tajam. Dugaan ketidaksesuaian pemasangan kuda-kuda baja ringan memicu desakan agar dinas terkait segera turun tangan dan bertindak tegas.

‎Pantauan awak media, Minggu (25/10/2026), menemukan kaki kuda-kuda baja ringan diduga tidak menggunakan baut angkur (dynabolt). Titik tumpuannya juga terlihat berada pada bangunan lama yang diduga tidak memiliki ring balok.

‎Dinas terkait jangan tutup mata dan jangan menunggu masalah membesar! Pemeriksaan fisik harus segera dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan standar keselamatan bangunan.

‎“Anggaran hampir Rp. 1 miliar bukan uang receh. Kalau ada dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, dinas harus tegas. Turun ke lapangan, periksa konstruksinya, evaluasi pengawas dan pelaksana. Jangan hanya sibuk dengan laporan administrasi di atas meja!” tegas seorang warga yang enggan disebut namanya.

‎Sorotan juga mengarah kepada Kepala SDN Karyamulya IV yang belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.

Baca Juga  Satpol PP Kota Bekasi Segera Tindak Tegas Griya Pijat Ilegal Crysant Spa

‎Publik kini menunggu langkah nyata instansi terkait. Jangan sampai dugaan masalah teknis hanya menjadi polemik tanpa pemeriksaan dan pertanggungjawaban.

‎Jika terbukti terjadi penyimpangan, pihak yang bertanggung jawab harus ditindak sesuai ketentuan dan pekerjaan wajib diperbaiki berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

‎“Uang negara harus dipertanggungjawabkan! Dinas terkait harus berani bertindak, bukan sekadar memberi imbauan. Pastikan mutu bangunan dan keselamatan warga sekolah tidak dikorbankan,” tegasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi pihak sekolah, pelaksana, dan instansi terkait masih dinantikan. Hak jawab tetap terbuka.

‎Penulis: Carim.