Kabupaten Bekasi ll Markaberita.com – Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan kerja ke Kampung Padat Karya, Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Senin (27/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait keluhan petani tambak yang terdampak kekeringan sekaligus meninjau pembangunan jembatan penghubung antara Desa Pantai Harapanjaya dan Desa Pantai Mekar.
Dalam kunjungan tersebut, kondisi tambak yang mengalami kekeringan menjadi salah satu persoalan utama yang disampaikan masyarakat. Para petani khawatir kondisi tersebut mengganggu aktivitas usaha budidaya tambak dan berdampak terhadap pendapatan mereka.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, mengatakan bahwa pihaknya telah membahas solusi untuk menangani persoalan kekeringan tambak bersama pihak pelaksana kegiatan. Ia berharap langkah penanganan yang telah disepakati dapat segera direalisasikan.
“Sebetulnya solusi sudah ada. Berkaitan dengan tambak yang kekeringan, kita sudah sepakati bersama pelaksana. Insyaallah akan dilakukan aksi besok,” kata Saeful Islam saat dikonfirmasi.
Selain persoalan kekeringan, Saeful juga menyoroti kerusakan di sejumlah titik di sekitar area pekerjaan. Menurutnya, pihak pelaksana telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

“Juga soal kerusakan-kerusakan di sekitar area-area ini, pelaksana siap bertanggung jawab,” ungkapnya.
Saeful berharap pembangunan jembatan penghubung tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Ia menyebutkan, pekerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 hari, dengan harapan penyelesaiannya dapat tercapai menjelang akhir tahun.
“ Mudah-mudahan di akhir tahun sudah selesai, karena targetnya 120 hari mereka. Dua bulan ke depan harus selesai pekerjaannya ini. Kalau tidak selesai, otomatis ada sanksi yang diberlakukan,” jelasnya.
Kunjungan kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya para petani tambak di wilayah Muaragembong. Penanganan kekeringan tambak serta penyelesaian kerusakan di sekitar lokasi pekerjaan menjadi hal penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.
Masyarakat berharap komitmen yang telah disampaikan pihak pelaksana dapat segera diwujudkan. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi petani tambak dapat ditangani dan pembangunan jembatan penghubung dapat berjalan sesuai target serta memberikan manfaat bagi warga setempat.
Penulis: Carim.






