CBA: Krisis BBM Bali Bukti Bobroknya Manajemen Distribusi Pertamina

Nasional193 Dilihat

​MARKABERITA.COM, JAKARTA — Krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang melumpuhkan mobilitas warga serta sektor pariwisata di Bali menuai sorotan tajam. Center For Budget Analysis (CBA) menilai kelumpuhan pasokan BBM selama sepekan terakhir bukan sekadar masalah teknis biasa, melainkan cermin nyata dari bobroknya sistem manajemen distribusi PT Pertamina (Persero).

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menegaskan bahwa fenomena antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Bali hingga Rabu (14/10) sangat memalukan. Terlebih, Bali merupakan pulau tujuan wisata internasional yang menjadi etalase Indonesia di mata dunia.

​”Krisis BBM di Bali ini sangat memalukan. Pertamina benar-benar seperti sudah hilang kepedulian. Warga sudah terlanjur kesal dan kecewa, baru kemudian Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, buka suara dan meminta maaf,” ujar Uchok dalam keterangannya pada rabu (14/10/26).

Baca Juga  Peresmian Kantor Sekretariat BPPH di Hadiri Ketua MPC PP Kabupaten Bekasi

​Menurut Uchok, krisis di Bali hanyalah puncak gunung es dari rangkaian gangguan pasokan BBM yang terus berulang di berbagai daerah sepanjang tahun ini. Ia menekankan bahwa kelangkaan yang terjadi beruntun di berbagai provinsi tidak bisa lagi berlindung di balik alasan bencana atau musibah, melainkan bentuk kegagalan kapasitas kepemimpinan.

​”Kelangkaan BBM ini terlalu sering berulang, sudah kayak tur konser. Kalau sekali, itu musibah. Tapi kalau berkali-kali di provinsi yang berbeda, itu masalah kompetensi. Ini membuktikan Simon Aloysius Mantiri tidak punya kapasitas untuk memimpin BUMN sekelas Pertamina,” kata Uchok.

​Melihat kondisi yang dinilai kian mengkhawatirkan, CBA mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah konkret dengan melengserkan Dirut Pertamina dari jabatannya.

Baca Juga  Menelisik Dugaan Intervensi Tender Minyak Mentah Pertamina: Urgensi Klarifikasi dan Peran Pengawasan Jamintel

​CBA juga mengkritik gaya kepemimpinan Pertamina yang terkesan pasif dan baru bertindak jika suatu masalah sudah bergejolak dan menjadi sorotan publik di media sosial.

​”Pertamina di era Simon Aloysius Mantiri kerjanya mirip admin Instagram: nunggu DM netizen masuk dulu baru merespons. Rakyat harus mengantre BBM di bawah terik matahari Bali, sementara Dirut baru sibuk buat klarifikasi setelah masalah ini viral dan masuk FYP,” sindir Uchok.

​Lebih lanjut, ia menepis klaim Pertamina yang menyebut keterlambatan kapal pengangkut BBM sebagai dalih utama krisis pasokan di Bali. Menurut CBA, alasan logistik tersebut sangat tidak masuk akal untuk entitas BUMN energi terbesar nasional.

​”Hebat memang. Pertamina ini BUMN energi terbesar, tapi manajemen distribusinya justru kalah dari warung makan. Warteg saja kalau kehabisan beras tidak pakai alasan ‘kapal telat’—mereka langsung sigap beli ke pasar,” pungkasnya.(red).

Baca Juga  Saham Anjlok dan Nasabah Menjerit, CBA Peringatkan BCA: Jangan Anggap Remeh Pengaduan!