Sindir Telak Pemerintahan, Mahasiswa IPB Bawa Nisan “RIP Prabowo-Gibran” ke Koin IPB

Megapolitan185 Dilihat

BOGOR, MARKABERITA.COM – ​Aksi turun jalan anak muda kampus kembali bikin gempar! Kemarin, Kamis (3/9/2026), BEM KM IPB University bareng aliansi organisasi mahasiswa sukses nge-gas lewat aksi bertajuk PANTERA (Perlawanan Anti Tirani Rakyat) di kawasan Koin IPB.

​Bukan cuma sekadar ngomel di media sosial, mereka bawa isu-isu berat mulai dari bobroknya demokrasi, HAM yang mandek, isu lingkungan, sampai urusan agraria yang makin bikin rakyat kecil megap-megap. Tapi, ada satu hal yang paling salfok dan bikin publik melotot: dua replika nisan kuburan bertuliskan “RIP PRABOWO” dan “RIP GIBRAN”.

​Tenang, guys, ini bukan ancaman atau doa yang aneh-aneh, kok! Presma BEM KM IPB, Muhammad Abdan Rofi, langsung pasang badan buat klarifikasi.

​“Simbol ini menggambarkan matinya harapan mahasiswa terhadap penyelesaian berbagai persoalan HAM dan ketidakadilan di bawah kepemimpinan hari ini,” tegas Abdan.

​Artinya, nisan simbolis itu adalah bentuk kekecewaan telak anak muda karena janji-janji manis penguasa soal keadilan rasanya cuma jadi wacana kosong.

Baca Juga  Vibes 17-an Beda Tipis: OKP Bareng Tokoh Lintas Sektor Kompak Level Up Jakarta

​Gerakan anak-anak IPB kemarin dirangkai dengan vibes yang tetap kritis tapi sarat makna:

Aksi dibuka dengan Kamisan dan lapak baca bareng, bukti kalau mahasiswa kritis itu doyan literasi.

Massa bergerak long march menuju Koin IPB buat teriak lantang lewat orasi, pembacaan puisi, sampai monolog yang ngena banget.

Suasana berubah syahdu saat mereka ngadain tabur bunga, nyalain lilin, dan mengheningkan cipta buat para korban kekerasan negara yang kasusnya jalan di tempat.

​Nggak cuma bawa atribut estetik buat story Instagram, mahasiswa IPB dateng bawa 4 poin tuntutan konkrit yang wajib didengar ring Satu Istana:

  1. ​Usut Tuntas Pelanggaran HAM: Jangan biarkan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini jalan di tempat tanpa keadilan.
  2. ​Stop Polarisasi: Hentikan segala bentuk perpecahan dan konflik horizontal yang cuma bikin rakyat bawah saling sikut.
  3. ​Tangani Krisis Ekologis & Karhutla: Minta pertanggungjawaban serius atas kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan yang makin meresahkan.
  4. ​Wujudkan Reforma Agraria Nyata: Lindungi hak-hak petani dan masyarakat adat dari cengkeraman ketidakadilan tanah.
Baca Juga  Darurat Tramadol! Tanah Abang, Bandung, & Bekasi Disorot Jadi Sarang Mafia Obat

​Lewat aksi PANTERA ini, anak-anak muda IPB sepakat kalau September harus jadi momentum pengingat sekaligus deadlinenya negara buat berbenah dan nuntesin PR-PR besar yang selama ini dicuekin.

​Kira-kira, pesan menohok dari nisan simbolis ala mahasiswa IPB ini bakal sampai nggak ya ke meja penguasa?(Red).