Jauh dari Kata Nomor Satu! Aset Bank Jatim Dilibas Telak Bank BJB, CBA Kasih Sentilan Telak

Bisnis, Nasional62 Dilihat

​MARKABERITA.COM – Ambisi besar PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) untuk merajai takhta sebagai BPD nomor satu di Indonesia mendadak kena reality check. Center for Budget Analysis (CBA) secara blak-blakan menilai visi besar tersebut masih jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan performa sang rival, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa cita-cita tinggi Bank Jatim belum sejalan dengan fondasi bisnis dan kekuatan finansial yang mereka miliki saat ini.

​“Visi Bank Jatim untuk menjadi BPD nomor satu itu masih jauh di langit sana dan belum membumi. Kalau melihat total aset dan pengembangan anak perusahaan, Bank Jatim masih kalah dibandingkan Bank BJB,” — Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif CBA, senin (7/09/26).

​Berdasarkan data yang dirilis CBA, total aset Bank Jatim tercatat sebesar Rp118,1 triliun pada tahun 2024 dan meningkat menjadi Rp168,8 triliun pada tahun 2025. Kendati mengalami pertumbuhan, angka tersebut masih kalah telak jika disandingkan dengan kekuatan finansial Bank BJB.

Baca Juga  Pemerintah Kota Depok Resmikan Rumah Kreatif Anak Istimewa Bertepatan dengan Hari Anak Nasional

​Di sisi lain, total aset Bank BJB sudah menembus angka Rp219,9 triliun pada 2024 dan semakin perkasa di angka Rp221,3 triliun pada tahun 2025. Perbedaan nilai yang masif ini menunjukkan bahwa Bank Jatim masih punya setumpuk PR besar jika benar-benar ingin memimpin kancah perbankan daerah.

​Tidak hanya urusan aset, struktur kepemilikan saham di lini anak perusahaan turut menjadi sorotan tajam. CBA mencatat bahwa Bank Jatim terkesan setengah-setengah dalam memperkuat ekspansi bisnisnya.

​Total Aset (2024): Bank Jatim (Rp118,1 triliun) vs Bank BJB (Rp219,9 triliun)

​Total Aset (2025): Bank Jatim (Rp168,8 triliun) vs Bank BJB (Rp221,3 triliun)

​Kepemilikan Saham Anak Usaha: Bank Jatim (Rata-rata di bawah 5%) vs Bank BJB (Hampir menyentuh 100%)

Baca Juga  Capaian Keren BPJS Kesehatan! Akmal B.Y. Raih Penghargaan Public Service dari Wagub Emil Dardak

​Uchok membeberkan bahwa porsi kepemilikan saham Bank Jatim di berbagai anak perusahaan tergolong sangat kecil, yakni di bawah lima persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Bank BJB yang memegang kendali penuh dengan kepemilikan nyaris 100 persen di anak usahanya.

​Persoalan fundamental lain yang dikuliti CBA menyangkut catatan kasus fraud di tubuh kedua bank tersebut yang memiliki karakter berbeda:

​Bank Jatim: Disorot atas kerugian keuangan akibat praktik pembobolan bermodus kredit fiktif. Kasus ini diduga menyeret nama Bun Santoso dari Indi Daya Group dan merugikan bank hingga sekitar Rp299,39 miliar.

​Bank BJB: Permasalahan muncul di ranah anak perusahaan, seperti kasus yang mendera Bank BJB Syariah Cabang Tebet. Kasus ini viral setelah nasabah bernama William Gunawan mengungkap raibnya deposito emas Antam seberat 2,2 kg senilai lebih dari Rp6,8 miliar.

Baca Juga  GCG BCA Cuma Aesthetic di Luar? CBA Spill Borok Pemblokiran Rekening Supriadi!

​CBA menegaskan bahwa ambisi menjadi BPD nomor satu tidak bisa hanya diwujudkan lewat slogan atau visi yang estetis di atas kertas. Penguatan fundamental, ekspansi aset yang sehat, optimalisasi tata kelola anak usaha, hingga sistem pengawasan internal yang ketat guna mencegah tindak fraud adalah harga mati.

​“Kalau ingin menjadi BPD nomor satu, tentu harus ada pembenahan yang serius. Bukan hanya soal visi, tetapi juga aset, pengembangan bisnis, kepemilikan anak perusahaan, dan pengawasan agar kasus fraud tidak terus menjadi persoalan,” pungkas Uchok.(red).