jAKARTA, MARKABERITA.COM – Kreator konten sekaligus eks penyiar radiohits, Bella Arswendita, mendadak bikin heboh linimasa. Lewat video TikTok-nya di akun @bellswen, ia membongkar pengalaman horor digital yang bikin siapa pun langsung panik: rekeningnya tiba-tiba terkuras lewat transaksi anomali QR yang sama sekali nggak pernah ia lakukan!
Kasus ini langsung viral dan memancing gelombang worry dari netizen. Pasalnya, kejadian ini bukan cuma sekali dua kali, tapi udah tiga kali menimpanya sepanjang tahun 2026 ini.
Di video berdurasi sekitar 3,5 menit itu, Bella merinci kejadian yang menimpa dirinya dan orang terdekatnya:
Total Kerugian: Bella kehilangan sekitar Rp4,5 juta via Livin’ by Mandiri, sementara sang kekasih boncos hingga Rp8 juta–Rp9 juta. Ada juga laporan netizen lain yang ngaku rugi belasan hingga puluhan juta rupiah.
Modus Transaksi: Uang tersedot lewat transaksi QR dengan nama-nama merchant asing/asing di telinga, seperti ada embel-embel “Digi”, “Tech”, dan “Top Up”, dengan nominal variatif dari ratusan ribu rupiah.
Bukan Salah Pengguna: Bella menegaskan kalau HP-nya bersih dari hacker, dia nggak pernah ngeklik link sembarangan, nggak pernah angkat telepon dari nomor asing, dan nggak pernah bagi-bagi PIN atau akses ke siapa pun.
“Orang transaksi QR, gak pake pin, handphone yang gak di-hack. Kita juga gak semuanya orang tolol ya, gak yang ngeklik-klik link, kita tau kok!” tegas Bella penuh emosi.
Nggak cuma soal uang yang hilang, Bella juga nge-tag langsung pihak Bank Mandiri, BCA, Bank Indonesia (BI), OJK, hingga Kementerian Keuangan karena geram sama birokrasi penanganan komplain yang dinilai lemot abis.
Ia menyoroti proses chargeback (pengembalian dana) yang kerap makan waktu hingga 50 hari kerja. Buat anak muda atau pekerja mandiri, nunggu dua bulan cuma buat kejelasan uang makan tentu bikin stres tingkat dewa.
Pertanyaan Besar Netizen: Kalau sistem security bank dibilang canggih, kok bisa transaksi misterius lolos tanpa otorisasi pemilik akun?
Desakan Publik: Warganet ramai-ramai meramaikan kolom komentar, nuntut transparansi penuh dari perbankan dan OJK supaya kasus kayak gini nggak terus-terusan jadi “misteri ilahi”.
Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi apakah insiden ini murni fraud siber, celah sistem, atau penyebab lainnya. Pihak bank terkait dan regulator juga belum mengeluarkan pernyataan resmi atas desakan Bella.(Red).






